logo

Hukum Menggosok Gigi Saat Puasa, Sahkah Puasanya? | Konsultasi Muslim



Menggosok gigi disiang hari saat puasa menjadi perbedaan pendapat diantara Ulama. Sebagian Ulama ada yang membolehkan nya tanpa membedakan antara waktu zawal dan tidak, dan sebagian juga membedakan antara siwak basah dan siwak kering.

Dan perbedaan pendapat ini dimaklumi didalam ranah fiqih, sebab dalam masalah Furu'iyyah.

Adapun dalil tentang perintah untuk bersiwak adalah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاةٍ

"Kalau sekiranya saya tidak memberatkan kepada umatku atau kepada manusia,maka akan saya perintahkan mereka bersiwak pada setiap shalat. (HR. Bukhari)."

Hadist ini sifatnya umum jika dikaji kedalam Ilmu Ushul Fiqh nya. Bisa untuk orang yang berpuasa maupun tidak.

Melalui Hadist ini Para Ulama berbeda pendapat dalam menentukan boleh atau makruhnya bersiwak bagi orang yang berpuasa.

Para Ulama berbeda pendapat dalam hukum menggosok gigi bagi orang yang berpuasa, dan ada 2 pendapat Ulama :


1. Ulama Mazhab Maliki dan Hanafi mengatakan : Tidak mengapa dilakukan baik diawal puasa maupun disiang harinya.

Ibnu Abdil Barr Rohimahullah berkata didalam Kitab At-Tamhid Jilid 19 Halaman 58 :

واختلف الفقهاء في السواك للصائم فرخص فيه مالك وأبو حنيفة وأصحابهما والثوري والأوزاعي وابن علية وهو قول إبراهيم النخعي ومحمد بن سيرين وعروة بن الزبير ورويت الرخصة فيه عن عمر وابن عباس وليس عن واحد منهم فرق بين أول النهار وآخره ولا بين السواك الرطب واليابس

“Dan para ahli fiqih berbeda pendapat dalam perkara bersiwak, Malik dan Abu Hanifah memperbolehkannya dan juga kawan-kawan keduanya seperti : Ats-Tsauri, Al Auza'i, Ibnu 'Ulayyah dan ini adalah pendapat Ibrahim An-Nakha'i, Muhammad bin Sirin, dan 'urwah bin Az-Zubair, dan diriwayatkan kebolehan di dalam hal ini juga dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan tidak ada satu orangpun dari mereka yang membedakan antara  awal siang atau akhir siang dan antara siwak yang basah atau siwak yang kering.”

Imam As-Syaukani Rohimahullah Berkata didalam Kitab Nailul Author Jilid 1 Halaman 108 :

فالحق أنه يستحب السواك للصائم أول النهار وآخره وهو مذهب جمهور الأئمة

“Yang benar adalah dianjurkan bersiwak bagi seorang yang berpuasa awal siang dn akhirnya dan ini adalah madzhab mayoritas para imam.”


2. Ulama Mazhab Syafi'i dan Hambali mengatakan : Makruh menggunakan siwak disaat puasa setelah lewat tengah hari, baik dia menggunakan siwak yang kering maupun siwak yang basah.

Imam An-Nawawi Rohimahullah Berkata didalam Kitab Majmu' Jilid 6 Halaman 343 :

لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره

“Jikalau ada orang yang memakai siwak basah, kemudian airnya pisah dari siwak yang dia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Demikian dijelaskan oleh Al-Faurani dan lainnya.”


Fatwa Syekh bin Baz tentang Orang yang berpuasa menggunakan Pasta Gigi :

Syekh bin Baz Rohimahullah Berkata didalam Kitab Majmu' Fatawa Jilid 15 Halaman 260 :

تنظيف الأسنان بالمعجون لا يفطر به الصائم كالسواك، وعليه التحرز من ذهاب شيء منه إلى جوفه، فإن غلبه شيء من ذلك بدون قصد فلا قضاء عليه

“Membersihkan mulut dengan gigi dengan pasta gigi, tidak membatalkan seorang yang berpuasa seperti siwak, dan dia harus menjaga (berhati-hati) dari sesuatu yang masuk ke dalam tenggorokannya. Dan jika ada sesuatu yang masuk ke dalamnya tanpa sengaja maka tidak ada qadha atasnya.”

Jadi, silahkan memilih pendapat yang dirasa pas menurut masing-masing. Karena semua pendapat bagus, sebab Para Ulama tentunya sama-sama memakai dalil dari Al-Qur'an dan Hadist.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.