logo

Hukum Menggerutu Dalam Hati Terhadap Keburukan Orang Lain, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Afwan ustad ana mau nanya.

menggerutu dalam hati terhadap keburukan orang lain(mengatai"i)
apakah berdosa ustad secara tidak terdengar oleh orang lain. syukron

Dari : Ana Insana

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Kita diperintahkan untuk mengingkari setiap kemungkaran, bagaimanapun bentuknya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان

“Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim, hadist no. 49).”

Jika misalnya menolak keburukan yang dilakukan orang lain di dalam hati, maka tidak mengapa. Karena dia tidak mampu menolak nya dengan tangan ataupun dengan lidahnya.

Maka cara terakhir dia menolak nya dengan hatinya. Akan tetapi pertama-tama hendaklah dia mencegah terlebih dahulu dengan tangannya, jika tidak mampu maka baru dengan perkataannya, seperti menasehatinya. Dan adapun jika dengan cara tersebut tidak bisa, maka yang terakhir adalah mengingkari kemungkaran dengan hatinya. Bagaimana caranya? Yaitu dengan cara diam dan menolaknya di dalam hati.

Dia ingkari semua keburukan yang dilakukan orang tersebut di dalam hatinya. Maka hal ini tidaklah mengapa. Yang tidak boleh itu, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba muncul di dalam hati rasa benci kepada orang lain, maka ini yang dilarang di dalam Islam.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.