logo

Hukum menepuk pundak untuk ikut shalat berjama'ah | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz

Izin bertanya...Jadi misalnya saya tertinggal 2 rakaat ketika berjamaah...tapi pas lagi mau nyempurnain rakaat yang tertinggal ini ada teman saya yang ingin menjadi makmum. Itu gimana ustadz?

Saya tetep nyempurnain rakaat yang tertinggal itu atau bagaimana?

Syukron

Dari : Siti Nur Aulia

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى    melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Hukum menepuk pundak seperti ini boleh.

Dasar pengambilan dalilnya adalah

Dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu 'Annhuma, beliau berkata :

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ لَيْلَةً، فَلَمَّا كَانَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَضَّأَ مِنْ شَنٍّ مُعَلَّقٍ وُضُوءًا خَفِيفًا، وَقَامَ يُصَلِّي، فَتَوَضَّأْتُ نَحْوًا مِمَّا تَوَضَّأَ، ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَحَوَّلَنِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ

“Pada suatu malam, saya menginap di rumah bibiku Maimunah, di Saya shalat bersama Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada suatu malam. Setelah larut malam, Nabi shallallahu 'Alaihi Wasallam bangun dan berwudhu' dari air yang terdapat dalam bejana yang menggantung, lalu beliau shalat. Akupun berwudhu' seperti wudhu' beliau, dan langsung menuju beliau dan aku berdiri di sebelah kiri beliau. Lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanan beliau. (HR. Bukhari, Hadist No. 138).”

Dan berkenaan dengan hal itu, didalam Kitab Fathul Mu'in disebutkan :

(وَنِيَّةُ إِمَامَةٍ) أَوْ جَمَاعَةٍ (سُنَّةٌ لِإِمَامٍ فِيْ غَيْرِ جُمُعَةٍ) لِيَنَالَ فَضْلَ جَمَاعَةِ. وَإِنْ نَوَاهُ فِيْ الأَثْنَاءِ حَصَلَ لَهُ الفَضْلُ مِنْ حِيْنَئِدٍ, أَمَّا فِيْ الجُمُعَةِ فَتَلْزَمُهُ مَعَ التَحَرُّمِ

“Dan niat menjadi imam atau berjama'ah bagi imam hukumnya sunnah di luar shalat shalat jum'at, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama'ah. Dan jika dia niat berjama'ah di tengah mengerjakan shalat, maka dia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum'at wajib baginya niat berjama'ah saat takbiratul ihram (diawal shalat).”

Dan hukumnya boleh. Antum lanjutkan raka'at yang tertinggal, adapun makmum yang mengikuti antum mencocokkan dengan yang dia ikuti.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.