logo

Hukum Mendo'akan Orang Kafir, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

 

Assalamu'alaikum ustadz. Melanjutkan pertanyaan sebelumnya yang tentang alm papa yang berbeda keyakinan. Bagaimana statusnya saya sebagai seorang anak yg mendoakan alm papa saya ustadz? apakah tetap diperbolehkan atau bagaimana? bagaimana pendapat ustadz mengenai hal ini. Agar saya bisa lebih bijak dlm bersikap ustadz.

 

Dari : Agnes

 

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى   melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

 

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Para ulama membagi bentuk mendo’akan orang kafir menjadi 2 macam do’a, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist baginda Rasulullah :

 

1. Jika mendo'akan orang-orang kafir mendapat hidayah dan mendo'akan dalam urusan dunia, maka diperbolehkan di dalam Islam.

 

2. Akan tetapi jika memohon ampunan untuknya setelah dia meninggal dunia, maka hukumnya haram. Tidak boleh di dalam Islam.

 

Allah berfirman :


مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

 

"Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman, memintakan ampun kepada Allah untuk orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahim. (QS. At-Taubah : 113)."

 

Bahkan Imam An-Nawawi mengatakan ijma' (kesepakatan para ulama).

 

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab al-Majmu' :

قال النووي رحمه الله : وأما الصلاة على الكافر والدعاء له بالمغفرة فحرام بنص القرآن والإجماع

 

Imam Nawawi rohimahullah berkata : "Adapun menyolati orang kafir, dan mendo'akan agar diampuni dosanya, maka ini merupakan perbuatan haram, berdasarkan nash Al-Qur'an dan Ijma' (kesepakatan para ulama)". (al-Majmu', jilid 5 halaman 120).

 

Akan tetapi jika di masa hidupnya kita mendo'akan nya dalam perkara dunia, atau mendo'akan agar dia diberi hidayah, maka diperbolehkan oleh para ulama.

 

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata :

قَدِمَ الطُّفَيْلُ وَأَصْحَابُهُ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ كَفَرَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا! فَقِيلَ: هَلَكَتْ دَوْسٌ! فَقَالَ : اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَائْتِ بِهِمْ

 

"Suatu hari At-Thufail dan para sahabatnya datang, mereka mengatakan : "Ya Rasulullah, kabilah Daus benar-benar telah kufur dan menolak (dakwah Islam), maka do'akanlah keburukan untuk mereka"! Maka ada yang mengatakan : "Mampuslah kabilah Daus". Lalu beliau mengatakan : "Ya Allah, berikanlah hidayah kepada kabilah Daus, dan datangkanlah mereka (kepadaku)." (HR. Bukhari, hadist no. 2937)."

 

Kemudian mendo'akan dalam perkara dunia, maka diperbolehkan berdasarkan hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

 

Dari Abu Musa rodhiyallahu 'anhu berkata :

يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ اللَّهُ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُم اللَّهُ، فَيَقُولُ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ  وَيُصْلِحُ بَالكم كَانَ الْيَهُودُ


"Dahulu Kaum Yahudi biasa berpura-pura bersin di dekat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka berharap beliau mau mengucapkan do'a untuk mereka : Yarhamukallah (Semoga Allah merahmati kalian), maka beliau mengatakan do'a : " Yahdikumulloh wa yushlihabalakum (Semoga Allah memberi hidayah kepada kalian, dan memperbaiki keadaan kalian)." (HR. Tirmidzi, hadist no. 2739)."

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.