logo

Hukum Mencicipi Buah-buahan tapi tidak jadi dibeli | Konsultasi Muslim



Sudah menjadi kebiasaan pembeli di Indonesia, terkadang sebagian masyarakat Indonesia untuk meyakinkan bahwa buah-buahan yang akan dia beli itu tidak mengecewakan, mereka meminta izin kepada penjualnya terlebih dahulu untuk mencicipi buah2an tersebut.

"Bagaimana hukumnya jika membeli buah-buahan seperti salak, rambutan dan sebagainya tapi dicicipi dulu? Bolehkah?"

Ada sebuah Qoidah Ushul Fiqh yang menyebutkan seperti ini :

الرضى بالشيء رضى بما يتولد منه

“Rela akan sesuatu berarti rela dengan konsekuensinya.”

Artinya begini, dia bilang misalnya : "Pak rambutan ini berapa per kilonya? Trus bapak tersebut bilang : 7.000 ribu."

Yang beli nanya : "Boleh nyicipin satu dulu gak pak? Bapak tersebut bilang : Boleh silahkan."

Nah, secara hukum fiqih si bapak jika sudah merelakan atau mengikhlaskan untuk dicicipi, berarti dia sudah siap menerima resikonya. Apa resikonya?

1. Siap-siap pembeli jadi atau tidak nya membeli rambutan tersebut.

2. Rambutan nya berkurang.

Jadi, jika sudah ikhlas atau rela begitu, maka tidak ada konsekuensi apapun bagi pembeli, kenapa? Karena penjual nya sudah rela atau ikhlas.

Berarti ketika pembeli tidak jadi membeli sekalipun dia tidak berdosa karena dia sudah di izinkan mencicipi nya. Kecuali dia mencuri buah2an tersebut, nah ini baru mendapatkan dosa.

Didalam Qoidah lain disebutkan :

المتولد من مأذون لا اثر له

“Hal-hal yang timbul dari sesuatu yang telah mendapat izin tidak memiliki dampak apapun.”

Dan ketika memanfaatkan barang orang lain, baik untuk digunakan atau dicicipin seperti diatas misalnya, maka harus meminta izin terlebih dahulu.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda:

لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ إِلاَّ بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

“Tidak halal harta seseorang kecuali dengan ridho pemiliknya. (HR. Ahmad, Hadist No. 72).”

Adapun jika sudah meminta izin kepada pemilinya atau penjual untuk mencicipinya, kemudian tidak jadi membeli, maka tidak ada dosa baginya insyaAllah, karena ketika di izinkan berarti sudah mengikhlaskan apa yang dia jual dicicipin.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.