logo

Hukum Minta Dido'akan Kiyai | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh


Ustadz saya ada pertanyaan. Saya pernah datang untuk bertanya ke orang alim seperti Gus atau Habib tujuannya minta solusi atau mau punya hajat untuk dilihatkn baik apa tidak. Bagaimana hukumnya?Niat saya wktu itu bertawasul..minta doa pd ulama utk urusan saya.

 

Dari : Nova Pamungkas

 

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi  حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

 

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

1. Mendatangi para ulama sholeh yang masih hidup dan minta di do'akan kepadanya (tawassul), maka perbuatan semacam ini dibolehkan di dalam Islam.

 

Dalil yang membolehkan bertawassul dengan orang sholeh yang masih hidup adalah :

 

A. Dalil dari Al-Qur'an.

 

Allah berfirman :

 

يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِه لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah carilah perantara mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kalian bahagia. (QS. Al-maidah : 35)."

 

B. Dalil dari Hadist.

 

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhu berkata :

 

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُسْقَوْنَ

 

Bahwa Umar bin Khatthab rodhiyallahu 'anhu ketika masyarakat tertimpa paceklik, dia meminta hujan kepada Allah dengan wasilah Abbas bin Abdul Mutthalib, dia berdo'a : Ya Allah,  dulu kami bertawasul kepada-Mu dengan perantara Nabi kami, lalu kami diberi hujan. Kini kami bertawasul kepadamu dengan perantara paman Nabi kami, berikanlah kami hujan. Perowi Hadist mengatakan : "Mereka pun diberi hujan". (HR. Bukhari).

 

2.  Mendatangi untuk dilihatkan baik atau buruknya.

 

Jika maksudnya di sini hanya ingin diberikan solusi, masalah yang dihadapi ini baik atau buruk jika dilanjutkan, maka ini tidak ada masalah di dalam Islam. Selama tidak melanggar apa-apa yang ditentukan oleh syari'at Islam ini.

 

Akan tetapi, jika meminta dilihatkan masalahnya ini jika dilanjutkan apa yang akan terjadi kedepannya, maka perbuatan seperti ini sama saja mempercayai orang yang ditanyai tersebut dan hukumnya bisa jatuh kepada kesyirikan. Sedangkan yang mengetahui sesuatu yang akan terjadi hanya Allah, adapun makhluk tidak bisa.

 

Allah berfirman :

 

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

 

Katakanlah : Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah, dan mereka tidak engetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml : 65).

 

Ketahuilah, sehebat apapun dia dan sealim dan se sholeh apapun ulama tersebut, dia tidak akan bisa mengetahui sesuatu yang ghoib, apalagi mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya.

 

Semoga bisa dipahami.


Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.