logo

Hukum Membunuh Kecoak dan Cicak dalam Islam | Konsultasi Muslim


Pertanyaan :

 

Assalamu'alaikum...

 

Ustadz saya mau tanya bagaimana hukum membunuh binatang seperti kecoa dan cicak.

 

Karena saya suka nangkepin buat saya kasih makan ke ikan lele.

 

Dan saya juga pernah dengar hadits membunuh cicak itu malah sunah.

 

Apa betul itu?

 

Terimakasih

 

Dari : Noy Gepeng


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

 

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

 

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

 

 

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika illatnya ada maupun tidak ada.

 

1. Hukum membunuh kecoak

 

Pada dasarnya, kecoak bukanlah termasuk kedalam hewan yang mengganggu, sehingga tidak boleh membunuhnya.

 

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma berkata :

 

إِنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ النَّمْلَةُ وَالنَّحْلَةُ وَالْهُدْهُدُ وَالصُّرَدُ

 

Sesunghuhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh empat hewan : semut, lebah, burung Hudhud dan burung Shurad. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 3224).

 

Kenapa dilarang dibunuh? Karena pada dasarnya hewan-hewan di atas tidaklah mengganggu.

 

Dan kecoak diqiyaskan kepada hewan-hewan di atas yang tidak mengganggu, sehingga tidak boleh membunuh kecoak.

 

Akan tetapi sebagaimana qoidah fiqih di atas yang menerangkan, bahwa jika hewan-hewan diatas mengganggu, begitu juga kecoak, jika hewan-hewan tersebut mengganggu, maka boleh hukumnya untuk dibunuh.

 

2. Hukum membunuh cicak

 

Hukum membunuh cicak adalah sunnah berdasarkan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

 

Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua. (HR. Muslim).

 

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim :

 

وأما سبب تكثير الثواب فى قتله بأول ضربة ثم ما يليها فالمقصود به الحث على المبادرة بقتله والاعتناء به وتحريس قاتله على أن يقتله بأول ضربة فانه اذا أراد أن يضربه ضربات ربما انفلت وفات قتله

 

Dan adapun sebab banyaknya pahala yang ketika membunuhnya dengan sekali pukulan dan seterusnya adalah dorongan (anjuran) untuk membunuh secepatnya dan memusatkan perhatian serta menjaga pembunuhnya. Karena jika membunuhnya dengan beberapa kali pukulan ditakutkan lolos. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Jilid 14 Halaman 236).

 

Kesimpulan :

 

1. Jangan bunuh kecoak jika tidak mengganggu, apalagi untuk makanan ikan. Karena sekarang makanan ikan itu sudah ada khusus dibuatkan dan tinggal dibeli saja di toko atau di pasar.

 

2. Adapun membunuh cicak, maka silahkan saja karena hukumnya sunnah menurut para ulama.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala ‘alam

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.