logo

Hukum Membaca Sayyidina di dalam Shalat, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

Mau tanya apakah ada dalil shahih nya mengenai penyebutan kata sayyidina ketika shalat atau sholawat?

Afwan ada yg tanya bgtu soalnya

Dari : Hana Maulida

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Para ulama berbeda pendapat tentang membaca sayyidina ketika shalat, dan kebanyakan ulama membolehkan membaca sayyidina ketika shalat sebagai bentuk penghormatan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu 'allaihi wa sallam.

Dalil yang dipakai adalah Rasulullah shallallahu 'allaihi wa sallam bersabda :

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَومَ القِيَامَةِ ، وَأَوَّلُ مَن يَنشَقُّ عَنهُ القَبرُ

“Saya adalah sayyid keturunan adam pada hari kiamat. Sayalah orang yang pertama kali terbelah kuburnya. (HR. Muslim, hadist no. 2278).”

Jadi, menurut para ulama hadist ini sifatnya umum. Dan panggilan sayyidina kepada beliau sebagai bentuk penghormatan kepada Kekasih Allah.

Sebagaimana juga ketika kita memanggil yang lebih tua dari kita, tidak mungkin kita hanya memanggil dengan namanya saja tanpa gelar. Tentunya akan menimbulkan ketidaksopanan.

Maka dari itu ada diantara ulama ada yang memakai nya di dalam shalat dan ada pula yang tidak. Akan tetapi ini masalah furu'iyyah dan dimaklumi oleh para ulama.

1. Ulama mazhab Maliki :

Di dalam kitab Mawahib Al-Jalil disebutkan :

وَذَكَرَ عَنْ الشَّيْخِ عِزِّ الدِّينِ بْنِ عَبْدِ السَّلَامِ أَنَّ الْإِتْيَانَ بِهَا فِي الصَّلَاةِ يَنْبَنِي عَلَى الْخِلَافِ هَلْ الْأَوْلَى امْتِثَالُ الْأَمْرِ أَوْ سُلُوكُ الْأَدَبِ؟ ( قُلْت ) وَاَلَّذِي يَظْهَرُ لِي وَأَفْعَلُهُ فِي الصَّلَاةِ وَغَيْرِهَا الْإِتْيَانُ بِلَفْظِ السَّيِّدِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ

Dia menyebutkan dari Syekh Ibnu Abdissalam bahwa menambah lafad 'Sayyid' dalam shalat didasari perbedaan pendapat apakah yang utama mengikuti perintah Nabi atau melaksanakan etika? Saya berkata : Yang jelas bagi saya dan yang saya lakukan di dalam shalat atau lainnya adalah menyebut "Sayyid". (Mawahib Al-Jalil, jilid 1 halaman 69).

2. Ulama mazhab Hanafi :

Di dalam kitab Al-Mukhtar disebutkan :

وَنُدِبَ السِّيَادَةُ لِأَنَّ زِيَادَةَ الْإِخْبَارِ بِالْوَاقِعِ عَيْنُ سُلُوكِ الْأَدَبِ فَهُوَ أَفْضَلُ مِنْ تَرْكِهِ ، ذَكَرَهُ الرَّمْلِيُّ الشَّافِعِيُّ وَغَيْرُهُ

Dianjurkan membaca 'Sayyid', karena menyampaikan realitas adalah bentuk etika yang sebenarnya. Hal ini lebih utama daripada meninggalkannya. Hal itu juga disampaikan oleh Ramli As-Syafi'i dan beberapa ulama lainnya. (Al-Mukhtar, jilid 4 halaman 91).

3. Ulama mazhab Hambali :

Di dalam kitab Mawahib Al-Jalil disebutkan :

ﻭﺫﻛﺮ اﻟﺤﺎﻓﻆ اﻟﺴﺨﺎﻭﻱ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ اﻟﺒﺎﺏ اﻷﻭﻝ ﻣﻦ اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺒﺪﻳﻊ ﻛﻼﻣﻪ ﻭﺫﻛﺮ ﻋﻦ اﺑﻦ ﻣﻔﻠﺢ اﻟﺤﻨﺒﻠﻲ ﻧﺤﻮ ﺫلك

Pendapat yang pertama (membaca Sayidina di luar shalat dan tidak membaca Sayidina dalam shalat) disampaikan oleh Al-Hafidz As-Sakhawi dalam Al-Qaul Al-Badi' dan Ibnu Muflih Al-Han. (Mawahib Al-Jalil, jilid 1 halaman 69).

4. Ulama mazhab Syafi'i :

Di dalam kitab Nihayatul Muhtaj disebutkan :

ﻭاﻷﻓﻀﻞ اﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﻠﻔﻆ اﻟﺴﻴﺎﺩﺓ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ اﺑﻦ ﻇﻬﻴﺮﺓ ﻭﺻﺮﺡ ﺑﻪ ﺟﻤﻊ ﻭﺑﻪ ﺃﻓﺘﻰ اﻟﺸﺎﺭﺡ

Yang utama adalah membaca :"Sayyid" seperti yang disampaikan oleh Ibnu Dzahirah dan dijelaskan oleh sekelompok ulama. Syekh Al-Mahalli juga memfatwakan hal yang sama. (Nihayatul Muhtaj, jilid 1 halaman 530).

Berdasarkan dalil diatas, para ulama mazhab membolehkan membaca sayyidina di dalam shalat dan diluar shalat.

Adapun orang-orang sekarang yang masih mempermasalahkan masalah furu'iyyah seperti ini, kemungkinan besar dia baru tau ilmunya maka dari itu dia protes sana sini.

Padahal permasalahan ini sudah ratusan tahun yang lalu dibahas oleh para ulama dan mereka memaklumi nya, karena berbeda dalam menghukumi suatu dalil itu biasa dan ini perkara furu'iyyah bukan ushuliyyah.

Semoga bisa dipahami dan bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.