logo

Hukum Mandi Telanjang Saat Sendiri di dalam Islam | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamualaikum. Ustadz say bertanya.  Saat perempuan mandi apakah harus pakai kain buat penutup kemaluan dan dada..dan untuk laki2 pakai penutup kain buat kemaluan saja?

Saya minta penjelasan dalilny atau apakah hal ini hanya ada pada adat?

Dari : Nova

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mandi dalam keadaan telanjang diperbolehkan selama didalam ruangan tersebut hanya kita sendiri. Hanya saja yang lebih utama adalah menutup aurat ketika mandi.

Dari Mu'awiyah bin Haidah rodhiyallahu 'anhu berkata :

قلت : يا نبي الله، عوراتنا، ما نأتي منها وما نذر؟ قال : احفظ عورتك إلا من زوجتك أو ما ملكت يمينك. قلت: يا رسول الله، إذا كان القوم بعضهم في بعض؟ قال: إن استطعت أن لا يراها أحد فلا يراها. قال : قلت: يا نبي الله، إذا كان أحدنا خاليا؟ قال : فالله أحق أن يستحيي منه من الناس

“Saya bertanya : "Wahai Nabi Allah, aurat kita, manakah yang harus kita tutup dan manakah yang boleh kita tampakkan? Rasulullah menjawab : "Jagalah auratmu kecuali terhadap istrimu atau budak (wanita) mu. "Saya bertanya : "Wahai Rasulullah, apabila sekelompok orang sedang berkumpul bersama? Rasulullah menjawab : "Jika engkau mampu agar auratmu tidak bisa dilihat oleh seorangpun maka (usahakan) jangan sampai ada orang yang bisa melihatnya. Saya bertanya lagi : "Wahai Nabi Allah, apabila salah seorang dari kita sendirian? Rasulullah menjawab : "Allah lebih pantas bagi dia untuk malu terhadap-Nya daripada (malu) terhadap manusia. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 2794).”

Hadist ini menunjukkan kebolehannya. Hanya saja maksudnya adalah menutup aurat lebih utama, karena dimanapun berada Allah pasti bisa melihatnya. Dan hendaklah dia malu kepada Allah.

Di dalam kitab Fathul Mu'in disebutkan :

وجاز تكشف له) أي للغسل ( في خلوة) أو بحضرة من يجوز نظره إلى عورته كزوجة وأمة والستر أفضل

Dan diperbolehkan membuka aurat (ketika mandi) (di dalam ruangan) atau di samping mahrom yang boleh melihat auratnya, seperti istri dan budak perempuan. Akan tetapi mandi dengan menutup aurat itu lebih utama.

Di dalam kitab Fiqih Sunnah jilid 1 halaman 76, Sayyid Sabiq rohimahullah berkata :

أما لو اغتسل عريانا بعيدا عن أعين الناس فلا مانع منه، فقد اغتسل موسى عليه السلام عريانا، كما رواه البخاري

Adapun jika dia mandi telanjang yang jauh dari pandangan manusia, maka tidak terlarang. Sebagaimana Nabi Musa 'alaihis salam juga pernah mandi telanjang sebagaimana didalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Shahihnya, hadist no. 278.

Nah, sebenarnya mandi telanjang ketika sendirian itu boleh hukumnya, hanya saja yang lebih utama adalah menutup auratnya.

Dan apabila dia menutup dada dan kemaluannya seperti diatas, maka itu lebih utama, dan tidak langsung telanjang bulat, begitu menurut hadist diatas.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.