logo

Hukum Istri Minta Cerai Tanpa Alasan Yang Jelas | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum...

Izin bertanya ustadz.

Bagaimana hukum istri meminta cerai tanpa alasan yg jelas.

Dari : Noy Gepeng

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Perlu diketahui bahwa khulu' (istri meminta cerai) kepada suami salah satu yang di syari'atkan didalam Islam. Dengan syarat khulu' nya tersebut ada udzur syar'i.

Islam adalah agama yang adil. Ketika suami istri tidak lagi menemukan kecocokan atau tidak menemukan ketenangan didalam rumah tangga, maka Islam memberikan solusi (jalan keluar) dari permasalahan tersebut. Baik dalam bentuk percerai (thalaq) yang diucapkan oleh suami kepada istri, maupun khulu' (istri meminta cerai) kepada suami.

Baik suami tidak suka kepada sifat buruk istrinya yang selalu melanggar syari'at Islam dan tidak mau berubah. Ataupun si istri yang tidak menyukai sifat buruk suami yang selalu melanggar perintah Allah, tidak mau bertobat, berjudi, tidak memberi nafkah dan sering memarahi tanpa alasan yang jelas dan sebagainya.

Maka dalam kondisi-kondisi seperti ini boleh bagi suami untuk menthalaq istrinya, ataupun boleh bagi istri untuk meminta cerai kepada suaminya. Baik dikatakan secara langsung dan urus berkas-berkasnya di Pengadilan Agama.

Ibnu Qudamah rohimahullah berkata di dalam kitab al-Mughni jilid 7 halaman 323 :

وجمله الأمر أن المرأة إذا كرهت زوجها لخلقه أو خلقه أو دينه أو كبره أو ضعفه أو نحو ذلك وخشيت أن لا تؤدي حق الله في طاعته جاز لها أن تخالعه بعوض تفتدي به نفسها  منه

Dan Kesimpulan masalah ini, bahwa seorang wanita, jika membenci suaminya karena akhlaknya atau karena fisiknya atau karena agamanya, atau karena usianya yang sudah tua, atau karena dia lemah, atau alasan yang semisalnya, dan dia takut tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati sang suami, maka boleh baginya untuk meminta khulu' (meminta cerai) kepada suaminya dengan memberikan biaya/ganti untuk melepaskan dirinya.

Tentunya dengan syarat adanya udzur syar'i.

Adapun jika tidak ada udzur syar'i, tapi alasan istri gugat cerai misalnya hanya karena suami miskin, tidak mau susah bareng, ataupun tidak mengatakan alasan yang jelas untuk cerai, maka hukumnya haram didalam Islam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga. (HR. At-Tirmidzi, Hadist no. 1187).”

Tapi, jika ada udzur syar'i seperti diatas, maka hukumnya boleh didalam Islam.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.