logo

Hukum Bisnis Eco Racing | Konsultasi Muslim


Pertanyaan :

Assalamu alaikum ustadz....
Ini menyambung pertanyaan dari ukhty fulan...ana lupa ttg eco racing apalah itu halal atau haram alias riba...
Berikut ana copykan sedikit ttg sistem plant bisnis mereka....
Semoga ustadz faham dan bisa memberikan pencerahan kpd kami..terus terang saya agak tergiur juga...tapi setelah baca dan ada imbalannya....jadi ragu...

Ini dia ustadz..

== SISTEM BISNISNYA ==

Sistem bisnis Ecoracing bernama Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS). Sudah mendapat sertifikat Halal MUI. Jadi dijamin tak akan ada yang namanya money game, sistem ponzi, dan sebagainya.

Banyak orang bertanya, "Apakah Ecoracing ini MLM?"

Jawabannya BUKAN. BEDANYA SANGAT JAUH.

Berikut perbedaan Antara MLM dengan PLBS Ecoracing.

Pada PLBS:

 Tidak ada tutup poin, sehingga kita tidak akan dikejar-kejar target. Kita tidak perlu bela-belain beli produk hanya agar poin tidak hangus (penjelasan lengkapnya di Bagian V).

 POIN TIDAK PERNAH HANGUS, tapi terus diakumulasikan. Misalnya: Jika sudah mencapai poin 100 pasang (kiri dan kanan), Anda mendapat reward motor. Setelah motornya didapatkan, poin yang 100 pasang tadi TIDAK hilang, TIDAK di-reset lagi dari nol. Poin tersebut akan terus diakumulasikan untuk mendapat reward-reward berikutnya. Asyik kan?

(Catatan: Poin 100 pasang tersebut BUKAN hasil kerja Anda sendirian, melainkan akumulasi dengan hasil kerja tim atau mitra Anda. Jadi ini KERJA TIM sehingga terasa lebih ringan).

 Sistemnya bersifat adil. Yang sukses BUKAN yang posisinya di atas. Yang sukses adalah mereka yang rajin bekerja, tidak peduli posisi dia di atas atau di bawah.

 Uang pendaftarannya murni untuk membeli produk. Misalnya di Ecoracing, uang pendaftaran untuk Paket Basic adalah Rp 1,5 juta. Ini adalah paket paling murah. Dengan memilih paket ini, Anda mendapat produk seharga Rp 2 juta, alias JUSTRU UNTUNG 500rb.

 Tidak ada kewajiban belanja bulanan

 Tidak ada syarat kualifikasi sistem untuk mendapatkan penghasilan

 Tidak ada syarat penjualan produk tertentu untuk mendapat penghasilan

 Syarat untuk mendapatkan reward (motor, mobil mewah, rumah mewah, dst) sangat mudah.

 Tidak ada keharusan untuk merekrut member baru agar mendapat reward

 Tidak ada keharusan untuk mengikuti acara tertentu agar mendapat penghasilan

INTINYA:

Di Ecoracing, kita tidak punya kewajiban, keharusan atau target apapun. Semua terserah kita.

Dan seterusnya…

Dari : Eddy Saputra

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى    melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Ada beberapa poin yang musti diperhatikan disini :

1. Bisnis semacam ini yang bisa memutuskan halal dan haramnya hanya Mufti atau lembaga fatwa tertentu seperti MUI dan sebagainya. Sedangkan saya tidak ada kapasitas dalam hal ini.

2. Jika memang MUI membolehkannya, maka insyaAllah kita ikut MUI, karena beliau-beliau yang berada di MUI bukan orang sembarangan, tapi beliau-beliau itu orang-orang yang berilmu insyaAllah.

3. Saran dari saya, tidak usah ikut-ikut bisnis yang tidak jelas titik terangnya, bisnis apapun itu.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

“Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka dia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya. (HR. Muslim, Hadist No.1599).

Sama halnya seperti bisnis-bisnis yang banyak tersebar. Belum jelas halal dan haramnya.

Mending kerja yang sudah jelas-jelas halal sajalah. Biar penghasilan sedikit tapi berkah. Daripada penghasilan banyak, tapi tidak jelas halal dan haramnya alias syubhat. Dan hendaklah dia meninggalkan sesuatu yang tidak jelas tersebut.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.