logo

Hukum berpuasa di hari kelahiran sendiri | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu’alaikum. saya mau tanya ...

apa hukumnya berpuasa hari kelahiran sendiri ??

Dari : Arif Khubillah Fauzan

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى    melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Berpuasa dihari kelahiran sendiri tidak ada dasarnya sama sekali dan hal ini batil untuk dikerjakan. Kenapa? Karena tidak ada dalil dari Al-Qur'an dan Hadist yang memerintahkan kita untuk berpuasa pada hari kelahiran kita sendiri.

Ustadz, kan Rasulullah juga berpuasa pada hari kelahiran beliau, berarti boleh dong?

Memang benar, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari kelahiran beliau yaitu hari senin.

Dari Abu Qatadah Rodhiyallahu 'Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

“Hari itu (senin) adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku. (HR. Muslim, Hadist No. 1162).”

Akan tetapi, beliau berpuasa dihari senin bukan hanya sekedar karena beliau dilahirkan dihari senin lantas beliau berpuasa, akan tetapi pada hari senin dan kamis amalan dihadapkan kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Berbagai amalan dihadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa. (HR. At-Tirmidzi, Hadist No. 747).”

Dan ketika beliau berpuasa pada hari senin dan kamis, maka Allah mensyari'atkan untuk ummat Nabi Muhammad untuk mengerjakannya dan hukumnya sunnah jika dikerjakan.


Apakah sama antara Rasulullah dan Ummatnya?

Apa yang dilakukan Rasulullah disyari'atkan didalam Islam. Sedangkan apa yang dilakukan ummatnya tidak.

Jadi kita tidak bisa kemudian ikut-ikutan berpuasa pada hari kelahiran kita sendiri seperti yang beliau kerjakan, karena puasa beliau dihari senin dan kamis sudah ada perintah disyari'atkannya.

Sedangkan kita berpuasa dihari kelahiran, tidak ada perintahnya.

Beliau adalah utusan Allah, apa-apa yang beliau kerjakan disyari'atkan.

Seharusnya kita mengikuti apa yang disyari'atkan didalam Islam, bukan malah ikut-ikutan berpuasa dihari kelahiran kita.


Sekali lagi supaya diperhatikan beberapa poin ini :

1. Rasulullah ketika berpuasa pada hari kelahiran beliau yaitu hari senin, maka disyari'atkan oleh Allah untuk dikerjakan ummatnya. Ada perintahnya. Sedangkan kita sebagai ummatnya tidak ada perintah untuk mengerjakan puasa dihari kelahiran.

2. Rasulullah adalah utusan Allah. Apa-apa yang dilakukan berasal dari Allah, dan disyari'atkan didalam Islam. Sedangkan kita ummatnya dan tidak mempunyai wewenang apa-apa.

3. Asal hukum ibadah itu adalah haram, sampai ada dalil yang memerintahkannya.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الأصل في العبادة الحظر, فلا يشرع منها إلا ما شرعه الله و رسوله

“Hukum asal dalam ibadah adalah terlarang, maka suatu ibadah tidak disyari'atkan kecuali apa-apa yang disyari'atkan oleh Allah dan Rasul-Nya.”

Ssmoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.