logo

Haramnya Seorang Muslim Mengikuti Perayaan Valentine Day | Konsultasi Muslim


Banyaknya anak-anak muda islam baik lelaki maupun perempuan dalam mengikuti acara yang disebut Valentine Day sangat mengkhawatirkan sekali untuk generasi islam ke depannya. Hal ini tentu akibat minimnya ilmu dan kurang nya didikan dari orang tua masalah agama dan tidak mau tau terhadap ilmu agama.

Valentine Day adalah acara semacam upacara orang-orang Romawi dulu dalam rangka pensucian diri. Dan pada waktu itu anak-anak gadis diajak keluar untuk menamani para pemuda untuk bersenang senang. Dan sekarang dinamakan hari "Kasih Sayang".

Bertentangan kah dengan ajaran Islam?

Jawabannya sangat bertentangan karena di dalam acara nya penuh dengan kemaksiatan dan zina.

Apa bentuk kemungkaran di dalam Valentine Day?

1. Di hari atau malam itu dua insan keluar untuk mengikuti acara yang katanya "kasih sayang", padahal ini mereka bukan mahrom sampai pada akhirnya terjadi perzinaan. Baik zina kemaluan ataupun yang lainnya.

Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra' : 32).”

Maka setiap perzinaan akan Allah azab di neraka nya nanti.

2. Valentine Day adalah perayaan orang kafir, jadi kita haram hukumnya untuk mengikuti acara maksiat tersebut.

Rasulullah bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk kedalam golongan mereka. (HR. Abu Dawud).

Jadi jika kita mengikuti budaya orang-orang kafir, maka dia termasuk kedalam golongan mereka.

3. Di dalam Islam hari "Kasih Kayang" itu setiap hari, bukan pada hari tertentu.

Rasulullah bersabda :
مَنْ لاَ يَرْحَمْ وَلاَ يُرْحَمْ

“Barangsiapa tidak menyayangi maka tidak disayangi. (HR. Bukhari).”

Hadist menunjukkan kepada kita bahwa kita harus menyayangi sesama Muslim kapanpun dan tidak bertempat dan tidak pula pada waktu tertentu, akan tetapi setiap hari kita harus selalu menyayangi.

Dan tentunya hadist ini membantah acara "Valentine Day" yang diadakan oleh orang-orang kafir, bahwa Hari berkasih sayang itu pada waktu tertentu.

Masihkah seorang Muslim ikut-ikutan merayakan nya?

Rasulullah bersabda :

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami. (HR. Tirmidzi, hadist no. 2695).”

Bagaimana dengan yang memberi Hadiah?

Hukum asal memberi hadiah adalah boleh, akan tetapi jika memberi hadiah dengan merayakan Valentine Day, maka hukum memberi dan menerima nya adalah haram.

Sebagaimana sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

الأمور بمقاصدها

Suatu urusan sesuai dengan yang dimaksud

Artinya adalah jika dia memberikan hadiah dengan niat merayakan Valentine Day, maka sudah tentu haram hukumnya secara mutlaq. Kenapa? Karena merayakan nya saja hukumnya haram, apalagi memberi atau menerima dengan tujuan merayakan nya, tentunya juga menjadi haram.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.