logo

Gaji dari mengarang data palsu, halalkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum pak ustadz, saya mau bertanya mengenai pekerjaan sya. Kan ditempat kerja saya mau ada audit. Trus data-data semacam pengecekan suhu masakan banyak yg masih kosong. Lantas saya diutus atasan saya melengkapi data tersebut pdhl saya tidak melakukan pengecekan pd masakan trsbt karena pd waktu itu saya blm masuk ke tmpat kerja tsbt. Yg saya tanyakan apakah gaji saya halal karena dalam bekerja saya sempat mengarang data tsbt. Trimakasih

Dari : Fulanah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى    melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Ada sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما

“Hukum itu berputar beserta illatnya (sebabnya), baik dari sisi wujudnya maupun ketiadaan illatnya.”

Nah, jadi jika mengarang data digunakan misalnya untuk menipu orang,maka Hukumnya Haram didalam Islam.

Akan tetapi jika tujuannya hanya sekedar untuk melengkapi,tapi tidak untuk membohongi orang,maka tidak apa-apa.

Yang dilarang itu membuat data palsu.

Jika membuat data palsu untuk membohongi orang, maka jelas-jelas haram Hukumnya.


Bagaimana Status Gajinya Ustadz?

Jika membuat data palsu untuk membohongi orang itu Hukumnya haram,maka gaji dari membohongi orang itupun Hukumnya Haram untuk dimakan.

Qoidah ushul fiqh menyebutkan :

ما حرم فعله حرم طلبه

“Sesuatu yang haram untuk dikerjakan maka haram pula mencarinya.”

Jika suatu pekerjaan itu haram untuk dilakukan,maka tentunya haram pula gajinya.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.