logo

Dilarang Umroh Dulu Sebelum Menunaikan Ibadah Haji, Benarkah? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamualaikum pak ustad.. saya mau tanya terkait umrah dan haji.. maaf ustadz bagaimana baiknya jadi orangtua kami sudah berusia 50 th lebih maksud kami sebagai anak adalah orangtua umrah dulu mumpung masih diberi kesehatan, namun ibu saya bilang kata ustadnya belum boleh umrah sebelum daftar haji,kata beliau haji wajib umrah sunah..tapi mengingat usia orangtua yang sudah 50th lebih jadi umrah dulu..mohon penjelasannya ustadz..terimakasih

Dari : Anik

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mengenai ini kita bagi menjadi 2 bagian :

1. Hukum haji

Ibnu Rusyd rohimahullah berkata di dalam kitab fiqih Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtasid jilid 1 halaman 474 :

فأما وجوبه : فلا خلاف فيه : لقوله سبحانه : (ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا)

Adapun hukum tentang wajibnya haji bagi orang yang mampu, maka para ulama tidak ada berbeda pendapat mengenai itu berdasarkan Firman Allah : “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. (QS. Ali Imran : 97).”

Akan tetapi yang dimaksud mampu di sini apakah hanya mampu secara ekonomi (ada bekal) saja ataukah mampu yang lainnya juga. Dan hal ini juga perlu diperhatikan lagi.

Ibnu Rusyd rohimahullah melanjutkan di halaman selanjutnya, halaman 475 :

فأما المباشرة : فلا خلاف عندهم أن من شروطها : الاستطاعة بالبدن، والمال مع الأمن

Dan adapun jika dia melaksanakan haji secara langsung, maka para ulama tidak berbeda pendapat bahwa syaratnya adalah Mampu secara fisik (badannya masih kuat), dan ada harta yang dibawa dan ditinggalkan dan aman dirinya jika meninggalkan tempat tinggalnya.

Nah yang harus diperhatikan disini adalah para ulama mensyaratkan harus kuat fisiknya.

2. Hukum Umroh.

Sayyid Sabiq rohimahullah berkata di dalam kitabnya Fiqih Sunnah jilid 2 halaman 248 :

1. Ulama Mazhab Hanafi dan Maliki.

ذهب الأحناف ومالك : إلى أن العمرة سنة

Ulama Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa umroh hukumnya sunnah

2. Ulama Mazhab Syafi'i dan Imam Ahmad.

وعند الشافعية وأحمد : أنها فرض

Dan Ulama Mazhab Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa umroh hukumnya wajib

Kemudian Sayyid Sabiq rohimahullah berkata :

والأول أرجح

Dan pendapat yang pertama adalah yang paling kuat pendapat nya

Tentunya berdasarkan dalil-dalil penguatnya.

Kita kembali ketopik awal.

Manakah yang lebih didahulukan bagi orang tua? Haji ataukah Umroh

Memang pada hakikatnya haji hukumnya wajib, sedangkan umroh hukumnya hanya sunnah menurut pendapat yang kuat. Akan tetapi didalam haji bukan hanya sekedar mampu secara ekonomi saja. Namun juga harus mampu secara fisik, sebagaimana yang disyaratkan oleh para ulama diatas seperti yang disebutkan oleh Ibnu Rusyd Rohimahullah.

Ada sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

إِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَصَالِحُ قُدِّمَ اْلأَعْلَى مِنْهَا

Jika ada beberapa kemaslahatan (kepentingan) bertabrakan, maka maslahat yang lebih besar (lebih tinggi) harus didahulukan.

Nah, sekarang ibu tersebut sudah tua, fisiknya sudah lemah. Otomatis jika masih menunggu beberapa tahun untuk haji, maka fisiknya juga akan semakin lemah dan dikhawatirkan tidak bisa melaksanakan ibadah haji karena faktor fisik (badan) yang kurang sehat.

Nah, haji dan umroh sama2 bagus. Akan tetapi kita memilih maslahat (kepentingan) yang lebih tinggi yaitu umroh harus dilakukan dahulu untuk berjaga-jaga jika suatu saat misalnya tidak bisa berangkat haji karena faktor fisik, setidaknya sudah melaksanakan umroh.

Ada sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

ما لا يدرك كله لا يترك كله

Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).

Artinya jika haji belum mampu karena faktor fisik atau karena waktu yang lama untuk menunggu, maka janganlah tinggalkan dua-duanya. Kerjakan salah satunya terlebih dahulu, yang mampu dikerjakan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Jika kalian diperintah suatu perkara, maka lakukanlah semampu kalian. (HR. Bukhari, Hadist no. 7288).”

Artinya, jika mampu umroh dulu, maka umrohlah dahulu. Sambil menunggu waktu haji nanti. Dan tidak ada larangan jika umroh dulu baru haji. Karena syarat utamanya adalah mampu, baik dari segi fisik (badan), harta dan keamanan diri dan orang yang ditinggalkan.

Apalagi seperti zaman sekarang ini, menunggu haji bisa berpuluh tahun lamanya. Maka sebisa mungkin laksanakan umroh terlebih dahulu. Dan hukumnya boleh. Tidak ada larangan jika umroh dilaksanakan terlebih dahulu baru melaksanakan haji.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.