logo

Dilarang Belajar Bahasa Arab Kepada Ahlul Bid'ah? | Konsultasi Muslim



Banyak orang-orang yang sebenarnya tidak tau Hukum Islam, tapi dia berpura-pura tau tentang hukum Islam. Dan sebenarnya dia adalah orang bodoh, namun dia tidak sadar dengan kebodohannya. Dan jika ada orang bodoh berbicara tentang ilmu agama, maka hendaklah dia meninggalkannya karena dia berbicara tanpa ilmu dan bisa menyesatkan banyak orang.

Di dalam kitab Diwan As-Syafi'i, Imam Syafi'i rohimahullah berkata :

ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

Artinya jika ada orang bodoh berbicara tentang ilmu agama atau mengajak debat, maka hendaklah dia diam dan tidak menanggapi, kecuali dia sudah banyak menyesatkan orang lain, maka kita wajib meluruskannya.

Dan fenomena yang kita lihat hari ini adalah banyaknya orang yang menuduh saudara sendiri sebagai Ahlul Bid'ah. Padahal yang dia tuduh itu adalah Ahlus Sunnah. Di mana mereka beribadah berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist dan juga mengikuti ulama-ulama Mazhab. Hanya gara-gara berbeda pendapat lantas dia menuduh saudaranya sebagai Ahlul Bid'ah. Na'udzubillah.

Apa alasan mereka menuduh diluar kelompoknya sebagai Ahlul Bid'ah?

1. Mereka mengatakan bahwa Asy'ari dan Maturidi sesat, maka dari itu dua golongan ini bukan Ahlus Sunnah, akan tetapi Ahlul Bid'ah.

Benarkah Kelompok Asy-'Ary dan Maturidi sesat dan bukan termasuk Ahlus Sunnah?

Simak perkataan ulama dibawah ini :

1. Imam Ibnu Hajar Al-Haitami rohimahullah di dalam kitab Az-Zawaajir 'an Iqtiroofil Kabaa-ir berkata :

المراد بالسنة ما عليه إماما أهل السنة والجماعة الشيخ أبو الحسن الأشعري و أبو منصور الماتريدي

Yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah adalah yang dianut oleh Dua Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaa'ah yaitu Syeikh Abul Hasan Al-Asy'ari dan Abu Manshur Al-Maturidi. (Az-Zawaajir 'an Iqtiroofil Kabaa-ir, halaman 82).

2. Imam Al-Murtadho Az-Zabiidii rohimahullah di dalam kitab Ittihaafus Sa'adah Al-Muttaqiin berkata :

إذا أطلق أهل السنة والجماعة فالمراد بهم الأشاعرة والماتريدية

Jika disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah secara mutlaq, maka yang dimaksud adalah Kelompok As-'Ary dan Kelompok Maturidi. (ttihaafus Sa'adah Al-Muttaqiin, jilid 2 halaman 6).

Nah, ulama diatas mengatakan bahwa Asy'ari dan Maturidi bagian dari Ahlus Sunnah.

Jadi orang-orang yang mengatakan bahwa kedua golongan ini bukan termasuk Ahlus Sunnah bisa dipastikan dia kurang pengetahuan tentang dua golongan ini.

2. Alasan mereka adalah bahwa diluar kelompoknya Ahlul Bid'ah dan sesat.

Benarkah demikian?

Mereka mengatakan bahwa bid'ah artinya segala sesuatu yang tidak dikerjakan Rasulullah. Dan setiap bid'ah itu sesat.

Dasarnya adalah :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba'du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, hadist no. 867).”

Padahal pengertian seperti ini tidaklah benar. Kenapa? Karena jika semua yang tidak dikerjakan Rasulullah itu bid'ah, maka seperti pesawat, hp dan komputer pun bid'ah.

Loh, bid'ah itu hanya dalam ibadah saja. Katanya tadi segala yang tidak dikerjakan Rasulullah bid'ah dan bid'ah sesat. Berarti segala berarti keseluruhan tanpa terkecuali dong. Maka dari itu pengertian bid'ah seperti ini tidaklah tepat.

Apa pengertian bid'ah yang benar? Dan apakah syarat bid'ah tersebut disebut sesat?

Imam Asy-Syatibi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-I'tisham :

البدعة طريقة في الدين مخترعة تضاهي الشرعية يقصد بالسلوك عليها مايقصد بالطريقة الشرعية

Bid'ah adalah suatu kebiasan dalam agama Islam, dan itu cara yang dibuat-buat untuk menandingi Syari'at Islam, tujuan melakukannya seperti tujuan melalukan kebiasaan dalam Syari'at Islam. (Al-I'tisham, jilid 2 halaman 21).

Nah, di sini kita bisa menyimpulkan beberapa kesimpulan :

1. Pengertian bid'ah bukan segala sesuatu yang tidak dikerjakan Nabi. Tapi sesuatu yang tidak ada dasarnya dari Al-Qur'an dan Hadist.

Selama amalan tersebut ada dasarnya dari Al-Qur'an dan Hadist, maka bukan termasuk bid'ah, apalagi bid'ah dolalah.

2. Bahwa syarat bid'ah dikatakan sesat adalah :

A. Tidak ada dasarnya dari Al-Qur'an dan Hadist

B. Menyelisihi syari'at Islam.

C. Dalam perkara ibadah

Nah, mereka apabila tidak sesuai dengan amalan mereka dan tidak sesuai dengan pendapat guru mereka, maka mereka katakan diluar kelompok mereka sebagai Ahlul Bid'ah dan tidak termasuk Ahlus Sunnah. Padahal ini pernyataan yang batil sekali dan tidak menceminkan sikap Ahlus Sunnah. Kenapa? Karena menuduh saudara sendiri sebagai Ahlul Bid'ah.

Padahal para ulama dulu mengatakan Ahlul Bid'ah hanya kepada Syi'ah, Mu'tazilah, Khawarij dan Murji'ah. Ini yang disebut Ulama sebagai Ahlul Bid'ah. Itupun tidak semua ulama menyetujui gelar tersebut. Tapi orang sekarang seenaknya saja menuduh saudaranya sesama Muslim sebagai Ahlul Bid'ah, padahal sama-sama beramal sesuai Al-Qur'an dan Hadist. Hanya berbeda pemahaman dalam masalah furu' saja bisa menuduh seperti itu. Walaupun dalam hal aqidah berbeda dalam beberapa pandangan, namun hal itu ditoleransi oleh para ulama.

Adapun orang yang menuduh, boleh jadi dia yang tidak mengetahui apa dasar amalan diluar kelompoknya dan tidak mau menerima perbedaan pendapat diantara ulama. Na'udzubillah. Orang-orang seperti ini adalah orang yang sombong.

Apakah belajar Bahasa Arab kepada Ahlul Bid'ah dilarang?

Berdasarkan penjelasan diatas bahwa yang disebut ahlul bid'ah oleh mereka adalah saudara sesama Muslim hanya gara-gara tidak sepaham atau berbeda pendapat. Yang mereka tuduh itu seperti NU dan sebagainya. Jadi belajar agama kepada yang disebutkan diatas hukumnya boleh sekali. Tidak ada satupun dalil yang melarangnya. Apalagi belajar bahasa arab dan ilmu agama lainnya. Selama yang diajarkan tidak bertentangan dengan Syari'at Islam.

Imam Al-Ghozali rohimahullah pernah berkata :

لو سكت من لايدري لقل الخلاف بين الخلق

Jika seandainya orang bodoh itu diam, maka akan sedikitlah terjadi perselisihan diantara manusia.

Semoga bisa dipahami.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.