logo

Cerminan Jodoh dalam Islam | Konsultasi Muslim



Banyak anak-anak muda zaman sekarang yang belum waktunya menikah sibuk dengan permasalahan jodoh. Sibuk memikirkan bagaimana jodohnya nanti, takut tidak laku dan sebagainya.

Secara langsung sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberitahu kepada hambanya, bahwa jodoh seorang muslim itu adalah cerminan dari dirinya sendiri.

Allah berfirman :

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (QS.An-Nur : 26).

Dari ayat ini ada beberapa poin yang perlu kita perhatikan :

1. Janji Allah kepada orang yang baik,maka dia akan Allah berikan orang yang baik pula.

2. Jika dia berperilaku buruk, maka dia akan mendapatkan yang buruk pula.

Kenapa bisa begitu? Karena sifat manusia memang seperti itu, apabila dia seorang lelaki yang gemar kebebasan seperti main di diskotik dan minum-minuman keras dan sebagainya, maka otomatis dia akan mencari wanita yang juga sama hobinya dengan dia, paling tidak wanita tersebut tidak melarang nya untuk melakukan hal semacam itu. Apabila lelaki tersebut sholeh, maka tentunya dia juga akan mencari yang sholeh juga. Tapi, tidak sedikit juga Allah berikan ujian kepada seorang lelaki sholeh seorang istri yang susah diatur misalnya, ataupun wanita sholehah mendapatkan jodoh lelaki yang susah diatur misalnya. Itu semua adalah ujian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, apakah mereka sabar ataukah tidak.

Allah berfirman :

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan juga kamu benar-benar akan mendengar dari orang2 yang diberi Al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS.Ali Imran : 186).

Akan tetapi, ketika seorang lelaki sholeh memilih wanita yang susah diatur, maka itu adalah pilihan dia. Allah kasih pilihan kepada manusia untuk memilih, maka dia memilih wanita seperti itu, jadilah wanita tersebut ujian bagi lelaki sholeh itu. Ataupun sebaliknya wanita sholehah memilih lelaki yang susah diatur, itu karena pilihan nya, tapi kemudian menjadi ujian baginya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sabar atau tidak dalam menghadapinya.

Oleh sebab itu, Imam Ahmad rohimahullah menasehati kepada para pemuda dalam memilih jodoh. Beliau berkata di dalam kitab Al-Inshof :

إذَا خَطَبَ رَجُلٌ امْرَأَةً سَأَلَ عَنْ جَمَالِهَا أَوَّلًا، فَإِنْ حُمِدَ، سَأَلَ عَنْ دِينِهَا. فَإِنْ حُمِدَ: تَزَوَّجَ، وَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ : يَكُونُ رَدُّهُ لِأَجْلِ الدِّينِ. وَلَا يَسْأَلُ أَوَّلًا عَنْ الدِّينِ، فَإِنْ حُمِدَ سَأَلَ عَنْ الْجَمَالِ.فَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ رَدَّهَا، فَيَكُونُ رَدُّهُ لِلْجَمَالِ لَا لِلدِّين

Jika seorang pria melamar seorang wanita, hendaklah menanyakan kecantikannya lebih dahulu, jika wajahnya cantik baru dia tanyakan tentang agamanya. Kalau agamanya baik hendaklah menikahinya, kalau tidak baik maka dia menolak karena sebab agamanya. Dan jangan sampai dia menanyakan agamanya terlebih dahulu, kalau baik baru menanyakan kecantikannya, lalu kalau ternyata dia tidak cantik dia tolak, sehingga menolaknya karena wanita itu tidak cantik, bukan disebabkan karena agamanya yang kurang baik. (Al-Inshof, halaman 206).

Begitu juga wanita dalam memilih pasangan hidup. Harus memilih lelaki yang tau agama, agar dia bisa membimbingmu dan anak-anakmu kelak menuju surga Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Setidaknya jika dia tidak ahli di dalam ilmu agama, dia sering ikut pengajian para ulama, sehingga imannya kuat disebabkan terus di isi dengan nasehat-nasehat para ulama.

Nikah jangan asal nikah, modal cinta nikah tanpa memandang agamanya. Tidak, islam bukan begitu. Kenapa? Karena dampak yang akan timbul ketika berkeluarga akan besar jika Pemimpin nya tidak berilmu agama, karena dia tidak tau mana yang baik didalam islam dan mana yang tidak baik didalam islam.

Bahkan sampai-sampai ada seorang ulama yang mengatakan di dalam sya'ir nya bahwa satu orang yang berilmu (ahli fiqih) lebih ditakuti setan daripada 1000 ahli ibadah, tapi dia beribadah tanpa didasari dengan ilmu.

Kenapa? Karena 1000 ahli ibadah tadi mudah disesatkan oleh setan disebabkan beribadah tanpa ilmu. Sedangkan orang yang berilmu (ilmu fiqih), dia mengerjakan setiap sesuatu dengan ilmu, sehingga setan susah untuk menyesatkannya karena dia mengetahui dalilnya dari Al-Qur'an dan Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Di dalam sebuah sya'ir disebutkan di dalam kitab Syarah Ta'limul Muta'allim :

فإن فقيها واحدا متورعا. أشد على الشيطان من ألف عابد

Sesungguhnya satu orang Ahli Fiqih yang Waro' (Menjauhi diri dari sesuatu yang haram) lebih ditakuti setan daripada 1000 abid (orang ahli ibadah).

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.