logo

Cara Mengindari Kecanduan Main Game Online | Konsultasi Muslim



Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sekarang hidup di zaman teknologi yang serba canggih. Jika dulu game yang bagus hanya bisa di instal di hp yang bagus dan mahal, tapi zaman sekarang hal itu berubah 180°. Zaman sekarang semua hp android sudah bisa menginstal game-game bagus yang dia inginkan.

Maka tidak heran banyaknya generasi-generasi muda Islam yang asyik bermain game, saking asyiknya bermain game dia jadi lupa dengan kewajiban nya seperti beribadah, menuntut atau bahkan menuntut ilmu. Game tersebut dimainkan dari mulai orang dewasa sampai kepada balita sekalipun sudah kenal dengan yang namanya game.

Lalu bagaimana Islam memandang game ini?

1. Hukum game didalam Islam

Mengenai hukum game online maupun offline tergantung kepada keadaan seseorang, apakah hanya sekedar untuk menghilangkan kejenuhan, atau malah melalaikan kewajibannya.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما

Hukum berputar bersama illat (sebabnya), baik ketika illatnya ada maupun ketika tidak ada.

Dan hukum bermain game ada 2 :

A. Boleh

Game, baik itu game online maupun offline termasuk kedalam perkara mu'malah (sesuatu yang menyangkut urusan dunia).

Di dalam sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الأصل في الأشياء الإباحة

Asal hukum segala sesuatu dalam perkara Mua'malah adalah boleh

Dengan syarat :

1. Tidak ada dalil yang melarangnya.

2. Tidak melalaikannya dalam menunaikan kewajibannya. Seperti menuntut ilmu, beribadah kepada Allah, mencari nafkah dan sebagainya.

Dan jika kedua hal ini tidak ada pada dirinya ketika main game, maka boleh. Karena banyak juga orang yang bermain game hanya sekedar untuk melepaskan suntuk saja dan melepaskan ketegangan dan dia tidak melalaikan kewajibannya. Maka yang seperti ini hukumnya boleh jika bermain game hanya untuk menghilangkan suntuk saja.

B. Haram

Bermain game sekalipun asal hukumnya boleh, tapi bisa berubah menjadi haram.

Kapan? Yaitu ketika dia melalikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sudah waktunya shalat, dia masih main game, sudah waktunya belajar dia masih main game, sudah waktunya bekerja mencari nafkah, dia masih tetap main game.

Sehingga jika kewajiban kita terlalaikan hanya karena main game, maka bermain game bisa berubah menjadi haram hukumnya.

Allah berfirman :

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa sallam menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A'raf : 157).


Nah, segala yang bisa melalaikan kita dari yang baik-baik, maka diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena hal tersebut akan lebih banyak mudorotnya daripada manfaatnya jika sampai kewajiban dilalaikan bahkan tidak dikerjakan. Dan sebelum ini terjadi, maka hindarilah bermain game jika bisa melalaikan kewajiban.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Artinya daripada nanti kewajiban-kewajiban dilalaikan, maka hendaklah di men-stop bermain game.

2. Cara Mengindari Kecanduan Bermain Game.

Menghindari kecanduan berarti dia sudah bermain. Beda halnya apabila judulnya cara menghindari game.

Cara menghindari kecanduan bermain game ini tentunya mudah jika mau dilakukan secara terus menerus. Bagaimana caranya?

1. Sejak awal dia tanamkan di dalam dirinya bahwa game yang akan dia mainkan itu hanya semata-mata untuk menghilangkan kejenuhan, bukan untuk yang lainnya. Seperti bertanding dan mendaptkan uang dan lain sebagainya.

2. Hindari bertanding dalam bermain game. Karena jika di dalam game mengenal istilah bertanding, maka akan terus kecanduan dan sulit menghentikannya.

3. Berhenti bermain game jika sudah tidak jenuh lagi.

4. Berhenti bermain game jika kewajiban lainnya sudah harus dikerjakan.

5. Tentunya sibukkan diri dengan beribadah kepada Allah agar yang ada didalam pikiran tidak game saja.

5 cara ini secara umum apabila dilaksanakan, maka insyaAllah akan menghilangkan kecanduan bermain game.

Dan yang harus selalu kita ingat adalah bahwa waktu itu sangatlah berharga. Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tidak bisa memberikan kita manfaat sama sekali.

Imam Syafi'i rohimahullah pernah mendapatkan nasehat dari orang sufi (ahli tasawuf) tentang waktu, sebagaimana disebutkan di dalam kitab  Al-Jawabul Kaafi, beliau berkata :

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

Waktu bagaikan pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka dia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.

Artinya jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan benar, maka kita akan disibukkan oleh waktu tersebut untuk sesuatu yang bermanfaat.

Makanya baginda Rasulullah mengingatkan kita agar jangan sampai lupa kepada nikmat waktu yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita semua.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu (lupa akan nikmat tersebut), yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari, hadist no. 6412).

Maka dari itu, game adalah perkara mu'malah yang dibolehkan di dalam Islam, akan tetapi jika dengan bermain game bisa melalaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, maka lebih baik tidak bermain game karena bisa berubah menjadi haram hukumnya jika melalaikan kewajiban.

Begitu pula jangan sampai kecanduan game, baik online maupun offline. Dan cara mencegahnya adalah niatkan di dalam hati bahwa bermain game online dan offline hanya sekedar untuk menghilangkan kejenuhan saja. Adapun setelah rasa jenuh hilang, maka dia akan meninggalkan game tersebut dan mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat dari game tersebut.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.