logo

Bos dan Karyawan yang tidak amanah akan mendapatkan azab Allah | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz saya mau nanya...


Kmren kan kta ustadz boleh membayar org dengan bbrp syarat untuk mempermudah masuk kerja. Andaikan Jika seseorg yg memnuhi kreteria atau syarat namun tidak amanah dan seseorg yg tidak memenuhi syarat namun in sya allah amanah serta bertanggung jwb. Apakah hal ini termsuk diperbolehkan atau malah haram..


Dari : Tata

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى    melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Kedua-duanya tidak ada yang benar dan berdosa.


Qiyas semacam ini "BATIL" dan tidak seharusnya dianalogikan oleh seorang muslim.


Sama saja halnya seperti ini :


Pilih pemimpin kafir tapi jujur


Atau


Pilih pemimpin muslim tapi korupsi


Kedua-duanya tidak dibenarkan didalam Islam. Dan qiyas (analogi) semacam ini batil didalam Islam.


1. Jika dia memenuhi syarat, dan masuk kerja. Kemudian dia tidak amanah, maka dia berdosa.


Padahal dia sudah diberikan amanah.


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :


أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ


“Tunaikanlah amanat kepada orang yang menitipkan amanat padamu. (HR. At-Tirmidzi, Hadist No. 1624).

Ancaman bagi orang yang tidak amanah :


A. Allah akan menghinakan dirinya dan dia akan menyesal dihari kiamat nanti karena tidak amanah.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :


وَإِنَّهَا يَوْم الْقِيَامَة خِزْي وَنَدَامَة إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا


“Kepemimpinan adalah amanat. Pada hari kiamat, dia akan menjadi hina dan penyesalan kecuali bagi yang mengambilnya dan menunaikannya dengan benar. (HR. Muslim).

B. Diharamkan baginya surga.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :


مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ


“Tidaklah seseorang yang diberi amanah Allah untuk memimpin rakyatnya, sedangkan dia meninggal dunia dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah haramkan baginya masuk surga. (HR. Muslim).

C. Dikatakan tidak beriman.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :


لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ


“Tidak beriman orang yang tidak bisa menjaga amanah yang dibebankan padanya. (HR. Ahmad).

2. Jika dia tidak memenuhi syarat yang ditentukan perusahaan, kemudian dia menyogok, maka haram hukumnya karena dia telah berbuat curang, sekalipun dia orang yang amanah.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :


مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا


“Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan kami. (HR. Muslim, Hadist No. 101).

Dia tetap berdosa jika dia menyogok karena dia tidak memenuhi persyaratan, walaupun menurut dia, dia termasuk orang yang amanah, tapi perbuatan menyogok tidak dibenarkan jika tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pihak perusahaan, karena jika dia menyogok, maka dia telah berbuat curang dan hukumnya haram.


Solusinya adalah :


Cari kerja lain, karena pekerjaan dan lapangan pekerjaan bukan cuma ditempat itu saja. Masih banyak yang lainnya yang lebih cocok insyaAllah sesuai dengan kriteria diri sendiri dan dan yang pastinya memenuhi persyaratan yang ditetapkan.


Semoga bisa dipahami.


Wallahu Ta'ala A'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.