logo

Hukum Menjamak dan Mengqashar Shalat Ketika dalam Perjalanan | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz..izin bertanya masalah sholat jamak...

Kalau saya akan safar dari tempat domisili ke tujuan dengan jarak tempuh 8 s.d 10 jam perjalanan (kalau kilo meternya kurang lebih 250 km). Saya berangkat pas waktu masuk zuhur...pertanyaan nya:

1. Apakah boleh saya jamak full dengan ashar?

2. Apakah boleh di qashar? (Berangkat dengan kendaraan pribadi)

3. Pada saat balik ke domisili apa juga berlaku? Mengingat sampai dirumah masih ada waktu isya.

Syukron ustadz...

Dari : Eddy Saputra

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

1. Apakah boleh menjama' shalat zuhur dan ashar?

Seorang Muslim boleh menjama' atau mengqoshor shalatnya ketika dalam safar (perjalanan).

Ibnu Rusyd rohimahullah berkata di dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid jilid 1, halaman 250 :

فاتفق القائلون بجواز الجمع على أن السفر منها

Para ulama membolehkan menjama' shalat bagi orang yang dalam keadaan safar (melakukan perjalanan).

Dalilnya adalah dari Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhu berkata :

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم  يَجْمَعُ بَيْنَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِى السَّفَرِ

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa menjama' shalat Maghrib dan Isya' ketika safar. (HR. Bukhari, hadist no. 1108).”

Perlu diketahui bahwa shalat yang boleh dijama' adalah Zuhur - Ashar atau maghrib - isya.

Adapun shalat subuh, maka tidak boleh dijama'.

Dan dia boleh menjama' diwaktu zuhur ataupun diwaktu ashar.

Syarat dan ketentuan boleh menjama' shalat ketika safar :

Di dalam kitab Bidayatul Mujtahid jilid 1 halaman 251 disebutkan :

1. Safar dekat

فمنهم من قال : هو السفر القربة : كالحج، والعمرة والغزو، وهو ظاهر رواية ابن القاسم

Sekelompok ulama berkata : Boleh menjama' shalat ketika safar dekat, seperti haji, umroh, ataupun dalam keadaan perang. Ini adalah zohir dari riwayat Ibnul Qosim.

2. Safar tersebut selain maksiat.

ومنهم من قال : هو السفر المباح دون سفر المعصية، وهو قول الشافعي، وظاهر رواية المدنيين عن مالك

“Dan sekelompok ulama berkata : Safarnya itu safar yang mubah (dibolehkan) di dalam Islam, dan tidak ada mengandung unsur kemaksiatan. Ini adalah zohir yang diriwayatkan oleh Malik.”

Dalam keadaan seperti di atas, maka boleh menjama' shalat nya. Baik dilaksanakan pada waktu zuhur maupun dikerjakan diwaktu ashar.

2. Apakah boleh diqoshor?

Jawabannya boleh.

Ibnu Rusyd berkata di dalam kitab Bidayatul Mujtahid jilid 1 halaman 240 :

أما القصر : فإنه فاتفق العلماء على جواز قصر الصلاة للمسافر إلا قولا شاذا

Adapun mengenai qoshor shalat : Para ulama sepakat atas bolehnya mengqoshor shalat bagi musafir, kecuali perkataan yang menyimpang tentang itu.

Jarak yang boleh untuk mengqoshor shalat :

Ibnu Rusyd rohimahullah berkata di dalam kitab Bidayatul Mujtahid jilid 1 halaman 243 :

1. Pendapat Imam Malik, Syafi'i, Ahmad dan kebanyakan dari ulama.

فذهب مالك، والشافعي، وأحمد، وجماعة كثيرة : إلى أن الصلاة تقصر في أربعة برد

Imam Malik, Syafi'i, Ahmad dan Kebanyakan dari ulama berpendapat bahwa shalat boleh di qoshor jika menempuh jarak 4 burud.

Dalilnya adalah :

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ رضى الله عنهم يَقْصُرَانِ وَيُفْطِرَانِ فِى أَرْبَعَةِ بُرُدٍ وَهْىَ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا*

“Dan adalah Ibnu Umar dan Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhum dulu mengqashar shalat dan tidak berpuasa ketika bersafar menempuh jarak 4 burud (16 farsakh). (HR. Bukhari).”

16 farsakh itu sekitar 85 km.

2. Pendapat Abu Hanifah dan murid-muridnya dan ulama-ulama kufah.

وقال أبو حنيفة، وأصحابه، والكوفيون : أقل ما تقصر فيه الصلاة ثلاثة أيام

Imam Abu Hanifah dan Murid-muridnya dan Ulama-ulama kufah berkata : Jarak perjalanan yang membolehkan untuk mengqashar shalat adalah 3 hari.

Dalilnya adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Janganlah seseorang itu bersafar selama tiga hari kecuali bersama mahromnya. (HR. Bukhari, hadist no. 1086).”

3. Pendapat Ahluz Zohir.

وقال أهل الظاهر : القصر في كل سفر، قريبا كان أو بعيدا

Mengqashar shalat boleh disetiap safar (perjalanan), baik perjalanannya itu dekat maupun jauh.

Dan jarak pada perjalanan yang antum sebutkan diatas insyaAllah sudah boleh untuk mengqoshor shalat.

3. Apakah setelah sampai di rumah boleh menjama' atau mengqoshor shalat?

Ketika dia sudah berada di rumah, maka dia bukan lagi dinamakan musafir. Dan tentunya rukhsoh menjama' atau mengqoshor shalat pun sudah tidak berlaku lagi baginya.

Jika memang ingin melakukan jama' atau qoshor shalat, maka dia melakukannya sebelum sampai di rumah, karena sebelum sampai di rumah dia disebut musafir. Kerjakan jama' atau qoshor sebelum sampai di rumah saja.


Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.