logo

Hukum Guru Ngaji Menerima Gaji Menurut Ulama | Konsultasi Muslim



Banyak orang-orang yang mengatakan bahwa tidak bolehnya menerima upah dari pengajaran Al-Qur'an. Mungkin dia tidak membaca hadist-hadist yang berkenaan dengan hal itu secara menyeluruh. Padahal di dalam Hadist membolehkan itu dan para ulama pun membolehkan.

Dasar pengambilan dalilnya adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ

“Sesungguhnya yang lebih pantas untuk diambil upah adalah dari pengajaran Al-Qur'an. (HR. Bukhari, hadist no. 5737).”

Dan jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa boleh nya menerima upah dari mengajarkan Al-Qur'an, karena mengajarkan Al-Qur'an bermanfaat bagi khalayak umum.

Pengambilan dalil jumhur (mayoritas) ulama yang membolehkan adalah dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhu berkata:

أَنَّ نَفَراً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ   صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرُّوا بِمَاءٍ فِيهِمْ لَدِيغٌ ، فَعَرَضَ لَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَاءِ فَقَالَ : هَلْ فِيكُمْ مِنْ رَاقٍ إنَّ فِي الْمَاءِ رَجُلاً لَدِيغًا ؟ فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ عَلَى شَاءٍ أي : مجموعة من الغنم، فَبَرَأَ ، فَجَاءَ بِالشَّاءِ إِلَى أَصْحَابِهِ ، فَكَرِهُوا ذَلِكَ ، وَقَالُوا : أَخَذْتَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْراً ؟ حَتَّى قَدِمُوا الْمَدِينَةَ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَخَذَ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ أَجْراً ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : (إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ)

“Sesungguhnya sekelompok Sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam turun di suatu lembah di mana di antara mereka ada yang terkena sengatan, seorang penduduk dari lembah bertanya kepada mereka dengan mengatakan : Apakah ada diantara anda orang ahli meruqyah karena ada orang dari lembah terkena sengatan?” Maka salah seorang di antara para Sahabat pergi lalu dia membacakan surat Al-Fatihah dengan imbalan seekor kambing. Kemudian sembuh, dan dia membawa kambing ke teman-temannya. Sementara mereka kurang suka. Dan mereka mengatakan : "Apakah anda mengambil upah dari Kitab Allah?" Sampai akhirnya, mereka tiba di Madinah dan mengatakan : "Wahai Rasulullah! (Dia) mengambil upah dari Kitab Allah." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya yang paling berhak anda ambil upah adalah dari Kitab Allah. (HR. Bukhari, hadist no. 5405).”

Ini dasar pengambilan dalil jumhur (mayoritas) ulama yang membolehkan nya.

Imam An-Nawawi rohimahullah membuat sebuah judul di dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim :

بَابُ جَوَازِ أَخْذِ الأُجْرَةِ عَلَى الرُّقْيَةِ بِالْقُرْآنِ وَالأَذْكَارِ

Bab boleh mengambil upah dari ruqiyah dengan Al-Qur'an dan bacaan dzikir.

Loh ustadz, kan yang dibolehkan itu upah ruqiyah dengan Al-Qur'an?

Jumhur (mayoritas) ulama mengqiyaskan ruqiyah dengan Al-Qur'an ini dengan mengajarkan Al-Qur'an untuk orang lain, karena mengajarkan Al-Qur'an bisa bermanfaat bagi khalayak ramai.

Hanya saja Imam Abu Hanifah dan beberapa ulama mazhab Hanafi tidak membolehkan mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur'an.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.