logo

Bolehkah Bunga Riba disedekahkan kepada anak yatim? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum


Ustadz maaf masih mengenai riba


Saya pernah menyimpan tabungan ibu ibu majlis ta'lim


Di sebuah bank koperasi


Karena petugasnya masih tetangga saya


Sehingga memudahkan saya untuk menabung di setiap minggunya


Tapi ketika sudah 1 tahun berjalan


Ternyata bunga perbulannya itu ckup besar


Dan saya berinisiatif kalau bunganya itu buat beli peralatan sekolah anak anak yatim 

Dan ada sebagia yang saya berikan kepada saudara saya yang waktu itu benar benar sedang kesusahan


Gimana itu pak ustadz hukumnya?


Terimakasih ustadz


Dari : Detika Nurazizah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى    melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Imam An-Nawawi rohimahullah di dalam sambungan perkataan beliau seperti di jawaban di atas (kitab Majmu' Syarah Muhadzab) :


وَإِلَّا فَيَتَصَدَّقُ بِهِ عَلَى فَقِيرٍ أَوْ فُقَرَاءَ. وَإِذَا دَفَعَهُ إلَى الْفَقِيرِ لَا يَكُونُ حَرَامًا عَلَى الْفَقِيرِ بَلْ يَكُونُ حَلَالًا طَيِّبًا


“Dan jika dia menyalurkannya kepada orang fakir maka harta tersebut tidaklah haram bagi si fakir akan tetapi halal dan baik baginya.” (Majmu' Syarah Muhadzab, jilid 9 halaman 351).

Disini Imam An-Nawawi membolehkan harta riba tersebut disedekahkan kepada anak yatim dan lembaga-lembaga agama dan untuk kepentingan umum. Begitu pula jika misalnya uang tersebut diberikan kepada orang lain. Maka orang yang menerimanya halal, yang berdosa itu hanya dia.


Sedangkan bagi yang menerimanya halal karena dia mendapatkan nya dengan cara yang halal. Harta riba itu haram hanya bagi dirinya saja, tapi ketika harta tersebut sudah diberikan kepada orang lain, maka yang menerima hukumnya halal.


Qoidahnya adalah :


أن ما حُرِّم لكسبه فهو حرام على الكاسب فقط، دون مَن أخذه منه بطريق مباح


“Sesuatu yang diharamkan karena usahanya, maka dia haram bagi orang yang mengusahakannya saja, bukan pada yang lainnya yang mengambil dengan jalan yang boleh.

Semoga bisa dipahami.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.