logo

Bolehkah Belajar Agama Sendiri Tanpa Guru? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Ustadz saya mau tanya

Batasan kita belajar syariat islam tapi lewat banyak membaca kayak membaca buku buku agama atau artikel islam

atau sesekali membaca matan kitab kuning gitu. Tapi bukannya kalau belajar  syariat tapi gak punya guru

Malah di gurui syetan ya.? Jdi bagaimana solusinya ustadz?

Dari : Detika

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Membaca buku agama, membaca artikel islam dan sebagainya bagus. Akan tetapi, jika misalnya kita tidak mengetahui maksudnya, maka tanyakan kepada orang yang mengetahui.

Allah berfirman :

فَسۡ‍َٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui. (QS. An-Nahl : 43).”

Artinya, jika tidak tau apa maksudnya tanyakan kepada orang yang lebih mengetahui. Seperti yang dilakukan di pengajian-pengajian para ustadz, ataupun tanyakan di grup-grup kajian whatsap misalnya. Maka ini salah satu cara untuk menghindari pemahaman yang keliru.

Syekh Ahmad Nahrowi rohimahullah berkata di dalam kitab Kifayatul Atqiya' halaman 84 :

فمن أخذ العلوم من الكتاب و لم يأخذها من أفواء المشايخ كان خطؤه أكثر من صوابه

Barang siapa yang mengambil ilmu-ilmu dari beberapa kitab dan dia tidak mengambil nya dari lisan guru-gurunya adalah kesalahan nya lebih banyak dari benarnya.

Maksud Syekh Ahmad Nahrowi di sini adalah bagi yang sebelumnya tidak pernah belajar kepada guru, baik di sekolah ataupun belajar secara khusus kepada gurunya kemudian dia hanya membaca sendiri tanpa adanya yang membenarkan dan menyalahkannya dari para 'aalim (orang-orang Berilmu), maka dia akan lebih banyak salah daripada benarnya.

Berbeda dengan orang yang sebelum nya sudah pernah belajar di sekolah bersama guru ataupun belajar secara khusus bersama guru-gurunya, maka setelah itu dia belajar sendiri dan membaca sendiri maka insyaAllah benar akan lebih banyak dari salahnya karna sebelumnya sudah dibarengi dengan belajar bersama orang-orang yang berilmu.

Artinya yang tidak boleh itu adalah dia tidak pernah belajar ilmu agama kepada guru-guru yang paham ilmu agama misalnya, dia hanya belajar ilmu agama sendiri, dipahami sendiri tanpa mau belajar dan bertanya kepada orang yang lebih tau darinya, apalagi hanya bermodalkan mbah google saja, maka ini yang tidak boleh karena kesalahannya akan lebih banyak daripada benarnya.

 Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.