logo

Benarkah Membaca صدق الله العظبم Selesai Membaca Al-Qur'an Itu Bid'ah? | Konsultasi Muslim




Kaum muslimin di Indonesia dan kaum muslimin di berbagai di penjuru dunia, setelah selesai membaca Al-Qur'an, maka dipenghujung nya selalu mengucapkan صدق الله العظيم  (Maha benar Allah Yang Maha mulia) dengan segala firman-Nya. Begitu lah yang dilakukan Kaum muslimin terkhusus di Indonesia tercinta ini. Namun, ada sebagian orang yang mengatakan itu perkara bid'ah. Dan mereka merujuk kepada ulama Arab Saudi.

Benarkah?

Syekh Athiyah Shaqr, Mufti Mesir berkata di dalam Fatawa Al-Azhar berkata :

وذكر القرطبى في مقدمة تفسيره أن الحكيم الترمذى تحدث عن آداب تلاوة القراَن الكريم وجعل منها أن يقول عند الانتهاء من القراءة : صدق الله العظيم أو أية عبارة تؤدى هذا المعنى . ونص عبارته ج 1 ص 27  : ومن حرمته إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ، ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم

Imam Al-Qurthubi menyebutkan di muqoddimah tafsirnya bahwa Imam At-Tirmidzi menyampaikan tatakrama dalam membaca Al-Qur'an diantaranya adalah صدق الله العظيم (Maha benar Allah), atau redaksi lain yang semakna. Dia menjelaskan jilid 1 halaman 27 bahwa diantara bentuk memuliakan Al-Qur'an jika selesai membacanya adalah menyatakan Allah maha benar dan memberi kesaksian bahwa Rasulullah telah menyampaikan wahyu.

وجاء فى فقه المذاهب الأربعة ، نشر أوقاف مصر، أن الحنفية قالوا : لو تكلَّم المصلى بتسبيح مثل . صدق اللّه العظيم عند فراغ القارئ من القراءة لا تبطل صلاته إذا قصد مجرد الثناء والذكر أو التلاوة ، وأن الشافعية قالوا : لا تبطل مطلقا بهذا القول

Dijelaskan di dalam fiqih 4 mazhab bahwa ulama Hanafiyyah berkata : "Jika orang yang shalat membaca tasbih, misalnya صدق الله العظيم   (Allah Maha benar) setelah imamnya selesai membaca Al-Qur'an, maka tidak batal jika bertujuan memuji Allah, berdzikir atau membaca Al-Qur'an. Ulama Syafi'iyyah berkata : "Tidak batal mengucapkan kalimat صدق الله العظيم   (Allah Maha benar) secara mutlaq.

فكيف يجرؤ أحد فى هذه الأيام على أن يقول : إن قول : صدق الله العظيم ، بعد الانتهاء من قراءة القرآن بدعة؟ أكرر التحذير من التعجل فى إصدار أحكام فقهية قبل التأكد من صحتها ، والله سبحانه وتعالى يقول : (ولا تقولوا لما تصف ألسنتكم الكذب هذا حلال وهذا حرام لتفتروا على الله الكذب إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون) النخل : 116

“Maka bagaimana mungkin hari ini ada yang mengatakan bahwa mengucapkan  صدق الله العظيم (Allah Maha benar) setelah membaca Al-Qur'an itu adalah bid'ah? Saya (Syekh Athiyah Shaqr) berulang ulang mengingatkan supaya tidak tergesa-gesa dalam mengeluarkan hukum fiqih sebelum memperkuat kesahihannya. Allah berfirman : "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya Orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. An-Nahl : 116). (Fatawa Al-Azhar, jilid 8 halaman 86).

MasyaAllah, urairan yang sangat indah dari beliau Syekh Athiyah Shaqr yang membawakan banyak pendapat para ulama. Dan berhati hati dalam menghukumi suatu perbuatan berdasarkan ilmu ushul fiqh dan fiqih yang akan melahirkan istinbat hukum yang jelas dan berhati hati.

Lalu, bagaimana dengan pendapat ulama Lainnya?

Imam An-Nawawi rohimahullah ulama mazhab Syafi'i di dalam kitabnya al-Majmu' syarah al-Muhadzab berkata :

ثم صدق الله العظيم ” يسئلونك عن الاهلة قل هي مواقيت للناس والحج

Kemudian Shodaqallahul 'Azhim (Yas Aluunaka 'anil Ahillah, Qul Hiya Mawaqiitu Linnas. Beliau rohimahullah mengucapkan صدق الله العظيم (Maha benar Allah) dengan segala firman-Nya. (al-Majmu' syarah al-Muhadzab, jilid 17 halaman 208).

Imam Al-Qurtubi rohimahullah di dalam kitab tafsirnya Al-Jaami' Liahkaamil Qur'an berkata :

وفى السماء رزقكم وما توعدون,  فإنا نقول : "صدق الله العظيم" ، وصدق رسوله الكريم، وأن الرزق هنا المطر بإجماع أهل التأويل

Dan di langit Dia memberikan rizki kepada kalian, dan apa-apa yang dijanjikan kepada kalian,maka kami berkata : "Shodaqallahul 'Azhim Wa Shodaqa Rosulul Karim, sesungguhnya maksud rezeki di sini adalah hujan berdasarkan Ijma' Ahli Takwil. (Al-Jaami' Liahkaamil Qur'an, jilid 13 halaman 15 ).

Dan masih banyak lagi perkataan para ulama yang membolehkan membaca صدق الله العظيم  karena itu merupakan bentuk pengagungan kita kepada Allah dan membenarkan Wahyu yang turun dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Para ulama mazhab dan yang lainnya membolehkan membaca hal tersebut. Lalu bagaimana mungkin hal itu dikatakan bid'ah oleh sebagian orang yang mengutip pendapat ulama Arab Saudi. Para ulama dahulu telah mempertegas kebolehannya karena itu bentuk pengangungan. Bagaimana mungkin lafadz pengangungan dikatakan bid'ah? Maka dari itu Syekh Athiyah Shaqr Mufti Mesir mengingatkan agar berhati hati mengeluarkan suatu hukum fiqih.

Kajilah lagi ilmu ushul fiqh dan fiqih biar istinbat hukum nya sesuai dengan ketentuan ilmu ushul fiqh dan fiqih.B ukan hanya tekstual (menghukumi secara zohir dalil) saja.

Imam Syafi'i rohimahullah berkata di dalam kitab Diwan Imam As-Syafi'i :

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Jadilah engkau seorang yang berusaha mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalankan tasawuf, dan janganlah engkau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. (Diwan Imam As-Syafi'i, halaman 47).

Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mau menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelezatan taqwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mau mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana dia mengilangkan kebodohan dan dia bisa menjadi baik.

MasyaAllah, nasehat yang indah dari pakar fiqih mazhab Syafi'i agar kita mempelajari ilmu fiqih agar kita tidak sembarangan mengeluarkan hukum dan agar kita menghormati perbedaan pendapat di antara para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.