logo

Hukum Anak Pertama Menikah dengan Anak ke Tiga di dalam Islam | Konsultasi Muslim



Tradisi Nenek Moyang VS Syari'at Islam

Dibeberapa daerah di Indonesia khusus nya di pulau jawa masih ada kepercayaan kepada sesuatu yang sama sekali tidak dibenarkan didalam islam. Kepercayaan yang turun temurun dari anak cucunya.

Yaitu : "Larangan menikah antara anak pertama dan anak ke tiga".

Akibatnya jika dilanjutkan, maka salah satu dari orang tua mereka akan meninggal dunia.

Nah, tentunya hal ini sangat-sangat bertentangan dengan syari'at Islam karna yang bisa memberikan manfaat dan mudorot hanya Allah bukan yang lainnya.

Allah berfirman :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Katakanlah : "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku,melainkan apa yang dikehendaki Allah.Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (QS. Yunus : 49).

Dan jika mempercayai selain Allah bisa mendatangkan kemudorotan, apalagi jika pernikahan itu dilanjutkan maka salah satu dari kedua orang tua nya meninggal, maka kepercayaan ini termasuk kesyirikan. Kenapa? Karna percaya kepada sesuatu bisa mendatangkan kemudorotan dan bisa mematikan. Sedangkan yang maha kuasa atas segala sesuatu hanya lah Allah.

Jadi, jika percaya kepada hal seperti itu termasuk kesyirikan yang nyata. Dan pelaku nya harus bertobat kepada Allah.

Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakinya.” (QS. An-Nisa' : 48).

Loh ustadz, kan ada qoidah ushul fiqh yang mengatakan :

العادات محكمات

Kebiasaan bisa menjadi landasan hukum.

Qoidah ini benar. Akan tetapi selama adat tersebut tidak bertentangan dengan syari'at Islam. Apabila adat itu bertentangan dengan syari'at Islam, maka qoidah di atas tidak berlaku lagi.

Ketahuilah bahwa mempercayai pernikahan anak pertama dan ke tiga, atau pernikahan anak pertama dan anak pertama dilarang menikah hanyalah khurofat (dongeng) saja dan itu merupakan tradisi nenek moyang yang turun temurun.

Tapi kenapa bisa terjadi?

Karena pelakunya percaya hal itu bisa terjadi,dan setan menggunakan kesempatan ini untuk mewujudkan nya menjadi kenyataan. Dan hal ini hanyalah tipu daya setan kepada manusia untuk menyesatkan mereka, karna setan akan menggoda manusia dari jalan manapun.

Allah berfirman :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A'raf : 16-17).

Percaya syari'at Islam atau tradisi nenek moyang? Jika percaya kepada tradisi nenek moyang, maka batal lah aqidah kita sebagai seorang muslim. Yuk tinggalkan kepercayaan nenek moyang ini, karna Islam tidak pernah melarang pernikahan seperti di atas.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.