logo

Belum Mandi Junub Sampai Pagi, Sahkah Puasanya? | Konsultasi Muslim



Banyak kaum muslimin di luar sana yang menganggap bahwa jika dia junub sampai subuh, maka puasanya tidak sah. Seperti misalnya dia junub di malam harinya, lalu karena ketiduran dan tidak bangun sampai pagi, dia belum mandi junub. Sebagian orang tidak berpuasa disebabkan hal ini, padahal bukanlah begitu hukum sebenarnya.

 

Jadi, banyak orang di luar sana yang karena ketidaktahuannya mereka tidak melaksanakan puasa pada hari itu.

 

Dan yang perlu diketahui bahwa suci dari hadas kecil dan besar bukanlah syarat sahnya puasa seperti ibadah lainnya yang mengharuskan suci dari hadas kecil dan besar seperti shalat dan thawaf di ka'bah.

 

Sahkah Puasanya jika junub sampai masuk waktu subuh?

 

Puasanya sah. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun dulu pernah seperti itu dan beliau mandi dan berpuasa.

 

Dalilnya adalah dari Aisyah dan Ummu Salamah rodhiyallahu 'anhuma, mereka bercerita :

 

كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

 

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa. (HR. Bukhari, hadist no. 1926).

 

Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi junub sampai subuh tidak perlu khawatir, karena puasanya sah menurut hadist Rasulullah di atas. Hanya saja kalau bisa, mandinya sebelum subuh.

 

Imam Zainuddin Al-Malibari rohimahullah berkata di dalam kitab Fathul Muin :

 

سن غسل عن نحو جنابة قبل فجر لئلا يصل الماء الى باطن نحو أذنه أو دبره

 

Disunahkan mandi semisal janabah sebelum fajar. Agar air nya tidak sampai masuk ke dalam semisal telinganya atau duburnya. (Fathul Muin halaman 58).

 

Dan ketika junub di malam harinya hendaknya dia berwudhu' sebelum tidur, karena baginda Rasulullah pun dulu berwudhu' sebelum tidur ketika dalam keadaan junub.

 

Dari Aisyah rodhiyallahu 'anha berkata :

 

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة

 

Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu' sebagaimana wudhu' ketika hendak shalat. (HR. Muslim, hadist no. 305).

 

Apakah dia boleh makan sahur sebelum berwudhu'?

 

Para ulama seperti Ibnu Hajar Al-Haitami berpendapat bahwa hal tersebut hukumnya makruh sebelum dia berwudhu', karena mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah.

 

Ibnu Hajar Al-Haitami rohimahullah berkata di dalam kitab Minhaj Al-Qowim :

 

وَيُكْرَهُ لِلْجُنُبِ الْأَكْلُ وَالشُّرْبُ وَالنَّوْمُ وَالْجِمَاعُ قَبْلَ غُسْلِ الْفَرْجِ وَالْوُضُوْءِ لِمَا صَحَّ مِنَ الْأَمْرِ بِهِ فِي الْجِمَاعِ وَلِلْاِتِّبَاعِ فِي الْبَقِيَّةِ إِلَّا الشُّرْبَ فَمَقِيْسٌ عَلَى الْأَكْلِ

 

Dimakruhkan bagi orang yang junub : makan, minum, tidur dan bersetubuh lagi sebelum membasuh kemaluan dan berwudhu'. Karena ada hadist shahih yang memerintahkan hal demikian dalam permasalahan bersetubuh, dan karena mengikuti sunah Nabi dalam persoalan lainnya, kecuali masalah minum, maka dianalogikan dengan makan. (Minhaj Al-Qowim jilid 2 halaman 71).


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.