logo

Apakah Wajib Mengqodo' Puasa Sunnah Apabila Batal? | Konsultasi Muslim



Di dalam kitab tafsir Rowaai'ul Bayaan (Aayat Ahkaam minal Qur'an) halaman 198 disebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang apakah wajib mengqodo' nya atau tidak.

Mengenai ini ada 3 pendapat ulama :

1. Mazhab Hanafiyyah : "Wajib baginya mengqodo' puasa tersebut karena puasa di syari'atkan dan seharusnya dia menyempurnakan nya".

2. Mazhab Syafi'iyyah dan Hanabilah : "Tidak wajib baginya mengqodo' puasa tersebut karena puasa sunnah untuk dirinya sendiri".

3. Mazhab Malikiyyah : "Jika dia membatalkan dengan sengaja maka wajib mengqodo' nya, dan jika terjadi sesuatu yang tidak disangka sangka, maka tidak wajib qodho' baginya".

Dalil Hanafiyyah :

ثم أتموا الصيام إلى الليل

“Kemudian sempurnakan lah puasamu sampai malam.” (QS. Al-Baqoroh : 187)

Ulama Hanafiyyah mengatakan : Ayat ini sifatnya nakiroh (umum) pada setiap puasa. Maka setiap sesuatu yang di syari'atkan didalam islam maka wajib untuk disempurnakan yaitu dengan mengqodo' puasa tersebut.

Dalil Syafi'iyyah dan Hanabilah :

ما على المحسنين من سبيل

“Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah : 91)

Mereka mengatakan : Puasa sunnah itu baik, akan tetapi bukanlah bagi janggal jika dia berbuka dengannya. Maka tidak mewajibkan dia mengqodo' puasanya.

Menurut pengarang (Syekh Muhammad 'Ali As-Shobuni) pendapat yang paling roojih/kuat di antara yang 3 di atas adalah pendapat nya ulama Hanafiyyah, karena Rasulullah memerintahkan kepada Aisyah dan Hafsoh untuk menyempurnakan puasanya dan ini berasal dari Al-Qur'an dan diwajibkan mengqodo' puasanya.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.