logo

Apakah Tidak Shalat Wajib Langsung Dianggap Kafir? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Maaf ustadz ana mau bertanya. Bagaimana dengan laki-laki yg selalu menjalankan sholat jum'at tapi tidak melaksanakan sholat wajib 5 waktu dan laki-laki yg tidak menjalankan sholat jum'at tapi selalu menjalankan sholat wajib 5 waktu, apakah keduanya sama-sama termasuk dalam kategori kafir ustadz? Mohon penjelasannya

Dari : Iin Indriani

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Di dalam hadist disebutkan :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَركَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Siapa yang meninggalkan shalat maka telah kafir. (HR. At-Tirmidzi).”

Kapan seseorang yang meninggalkan shalat disebut Kafir?

1. Jumhur (mayoritas) ulama mengatakan : "bahwa seseorang disebut kafir jika dia mengingkari kewajiban shalat tersebut."

Shalat 5 waktu merupakan sebuah kewajiban. Nah, jika dia menganggap bahwa shalat 5 waktu tidak wajib, sehingga dia tidak mengerjakan shalat dan meninggalkan nya. Maka menurut jumhur ulama mereka telah Kafir.

Dengan syarat dia bukan orang jahil (bodoh) dalam urusan agama. Atau karena baru masuk Islam, atau dibesarkan di lingkungan terasing (yang tidak mengenal) Islam secara menyeluruh. Maka orang-orang seperti ini tidak kafir, namun wajib memberitahukan kewajiban shalat itu kepadanya.

Ibnu Qudamah seorang ulama mazhab Hambali berkata di dalam kitab al-Mughni jilid 2 halaman 329 :

أن تارك الصلاة لا يخلو, إما أن يكون جاحدا لوجوبها أو غير جاحد فإن كان جاحدا لوجوبها نظر فيه فإن كان جاهلا به وهو ممن يجهل ذلك كالحديث الإسلام والناشئ ببادية عرف وجوبها وعلم ذلك ولم يحكم بكفره؛ لأنه معذور.

Bahwa orang yang meninggalkan shalat punya dua kemungkinan, yaitu dia mengingkari kewajibannya atau masih meyakini kewajibannya. Kalau dia mengingkari kewajibannya, diselidiki dulu, kalau dia jahil misalnya karena baru masuk Islam, atau dibesarkan di lingkungan terasing, maka diberitahu kewajibannya dan diajarkan tentang shalat, dan tidak dikafirkan karena dia termasuk orang yang punya udzur.


Beliau melanjutkan :

وإن لم يكن ممن يجهل ذلك كالناشئ من المسلمين في الأمصار والقرى لم يعذر ولم يقبل منه ادعاء الجهل وحكم بكفره؛ لأن أدلة الوجوب ظاهرة في الكتاب والسنة

Namun bila dia bukan orang yang jahil atas kewajiban shalat, misalnya dibesarkan di tengah orang Islam di kota atau desa, maka dia tidak punya alasan dan tidak diterima pengakuan bahwa dirinya tidak tahu kewajiban shalat, maka orang itu dihukumi kafir. Karena dalil-dalil kewajiban sudah nampak nyata di dalam Kitab dan Sunnah.


Akan tetapi, jika dia bukan orang jahil dalam agama dan dia biasa hidup di kota ditengah tenah orang yang mengerjakan shalat dan banyak pengajian seperti sekarang misalnya, tapi masih saja dia tidak shalat, maka dia termasuk Kafir.


2. Ulama Arab Saudi seperti Syekh Utsaimin dan Syekh bin Baz mengatakan orang yang meninggalkan shalat secara terus menerus itu kafir.

Baik dia mengungkari kewajiban shalat ataupun dia masih meyakini kewajiban shalat tersebut.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.