logo

Hukum Orang Kafir Masuk Masjid | Konsultasi Muslim




Di dalam kitab tafsir Rowa'iul Bayaan (Ayat Ahkaam Minal Qur'an) jilid 1 halaman 546 disebutkan :

Allah berfirman :

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَـرَا مَ بَعْدَ عَا مِهِمْ هٰذَاۚوَ اِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۤ اِنْ شَآءَۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. At-Taubah : 28).”

Ayat ini adalah dalil dilarangnya orang-orang kafir masuk ke dalam Masjidil Haram.

Para ulama Mazhab berbeda pendapat dalam menafsirkan lafadz المسجد الحرام  pada ayat ini.

Mengenai makna lafadz المسجد الحرام ada 4 pendapat ulama :

1. Mazhab Imam Syafi'i

المراد خصوص المسجد الحرام أخذا بظاهر الآية، وهو مذهب الشافعية

Artinya ini khusus untuk masjidil haram saja, dengan zohirnya ayat ini. Dan ini Mazhab Syafi'i.

2. Imam Atho' dan Mazhab Hambali

المراد الحرم كله (مكة) وما حولها من الحرم، وهو قول عطاء ومذهب الحنابلة

Artinya masjidil haram dan masjid-masjid seluruhnya (di makkah) dan sekitar makkah. Dan ini perkataan Imam Atho' dan Mazhab Hambali.

Imam Atha' dan Mazhab Hambali mengatakan bahwa maksud dari الحرمdisini adalah seluruh yang berada di Makkah. Baik Masjidil Haram itu sendiri dan semua masjid yang berada disekitar nya dan di sekitar makkah.

3. Mazhab Maliki

المراد المساجد جميعا المسجد الحرام بالنص وبقية المساجد بالقياس، وهو مذهب المالكية


Artinya adalah semua masjid di dunia ini, adapun yang disebutkan di nash (Al-Qur'an) adalah masjidil haram, sedangkan masjid-masjid lainnya di qiyaskan kepada masjidil haram yang ada di ayat ini. Dan ini mazhab Maliki.


4. Mazhab Hanafi

المراد النهي عن تمكينهم من الحج والعمرة، وهو مذهب الحنفية


Artinya dari larangan disini adalah ketika haji dan umroh saja. Maka orang-orang kafir dilarang masuk masjidil haram diwaktu haji dan umroh saja. Dan ini mazhab hanafi.


Kesimpulan :

1. Para ulama yang membolehkan orang-orang kafir memasuki masjid jika acara tersebut tidak berhubungan dengan ibadah, artinya acaranya misalnya hanya acara kunjungan saja dan acara keduniaan saja. Bukan menyangkut aqidah. Begitupun sebaliknya kaum muslimin masuk ke rumah ibadah mereka hanya dalam perkara duni, bukan yang berhubungan dengan aqidah. Apabila masuk ke rumah ibadah mereka karena ingin ikut serta sebagai bentuk toleransi karena kegiataan keagamaan mereka, maka ini haram hukumnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى  جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ؟

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob, pasti kalian pun akan mengikutinya. Kami (para sahabat) berkata : Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nasrani? Beliau menjawab : Lantas siapa lagi? (HR. Muslim, hadist no. 2669).”

2. Jangan bermudah-mudah dalam toleransi, artinya Islam sudah mengatur sejauh mana seorang muslim bertoleransi, jadi jangan langgar batas-batas yang sudah dibuat oleh Syari'at Islam.

3. Tidak perlu mengajarkan kaum muslimin cara bertoleransi kepada orang-orang kafir, karena 1500 tahun yang lalu baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mencontohkannya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.