logo

Apakah Mubahalah berdampak kepada anak keturunan? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh. Ustadz, apakah mubahalah hanya bisa terjadi ketika ada kesepakatan dari kedua belah pihak yang saling tuding? Apakah dampak muhabalah juga bisa berdampak pada anak turunan berikutnya?

 

Syukron

 

Dari : Citra

 

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى   melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

 

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Mubahalah artinya ucapan dua orang yang bersumpah Atas nama Allah yang saling melaknat satu sama lain.

 

Jika saya bersalah maka Allah akan memberikan begini dan begitu.Jika anda yang salah, maka Allah akan memberikan begini dan begitu.

 

Maka,pada dasarnya Mubahalah itu dilakukan oleh 2 orang dalam satu tempat kemudian terjadi lah sumpah saling melaknat.

 

Ibnu Hajar rohimahullah berkata di dalam kitabnya Fathul Baari :

 

ومما عُرف بالتجربة أن من باهل وكان مبطلاً لا تمضي عليه سنة من يوم المباهلة، وقد وقع لي ذلك مع شخص كان يتعصب لبعض الملاحدة فلم يقم بعدها غير شهرين

 

Berdasarkan pengalaman, orang yang melakukan mubahalah di kalangan pembela kebatilan, tidak bertahan lebih dari setahun sejak hari mubahalah. Itu pernah saya alami sendiri bersama seorang yang memiliki pemikiran menyimpang,dan dia tidak bertahan hidup lebih dari 2 bulan. (Fathul Baari jilid 8 halaman 95).

 

Bagaimana jika hanya dia sendiri yang Mubahalah?

 

Pada hakikatnya mubahalah itu harus dengan orang yang menuduh.Adapun jika hanya sendiri, maka kemungkinan besar mubahalah itu tidak efektif karna hanya dari dia seorang saja tanpa mendengar sumpah dari pihak yang menuduh.

 

Akan tetapi sekalipun begitu jika Allah berkehendak bisa saja Allah menimpakan musibah kepada si penuduh jika orang yang dituduh bersumpah sendiri dan dia termasuk orang yang benar. Boleh jadi Allah memberikan teguran kepada yang menuduh karena dia bersalah.

 

Apakah ada dampak mubalah kepada keturunan berikut nya?

 

Allahu a'lam. Semua terjadi atas kehendak dan izin Allah.

 

Sebuah ungkapan ulama menyebutkan :

 

الجزاء من جنس العمل

 

Balasan itu sesuai dengan amal perbuatan

 

Jadi,bisa jadi sekarang tidak dibalas oleh Allah atau ditangguhkan oleh Allah, tapi dibalas oleh Allah kepada anak keturunan nya. Allahu a'lam, semua terjadi karena kehendak dan atas izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Allah berfirman :

 

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu,maka tak ada yang dapat menolak kurnianya.Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yunus : 107).

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.