logo

Benarkah Shalawat dan Dzikir Sudah Pasti diterima Allah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz.

Saya mau bertanya, pernah baca di kata kata mutiara.. disana di sebutkan bahwa ada dua amalan yang sudah pasti di terima. Yaitu dzikrullah dan sholawat nabi. Benarkah seperti itu ustadz ?

Dan, apakah tetap di terima meskipun kita belum atau bahkan tidak mengenal allah taala serta rosulnya ?
Terimakasih

Dari : Iyos Korda Tegal

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Adapun sudah pasti diterima, maka tidak ada satu dalilpun yang menerangkan tentang 2 amalan tersebut.

Tidak ada yang mengetahui diterima atau tidaknya suatu amalan kecuali Allah.

Jika dzikir dan sholawat sudah pasti diterima boleh jadi manusia akan disibukkan dengan 2 amalan ini.

Bahkan pezina sekalipun apabila dia berdzikir dan bersholawat sudah pasti diterima juga dong.

Nah, maka dari itu tidak ada yang mengetahui amalannya diterima atau tidak.

Adapun tentang afdolnya dzikir, maka memang ada hadistnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

“Ucapan yang paling dicintai Allah ada 4 : Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak masalah membacanya mau dimulai dari mana. (HR. Muslim, hadist no. 5724).”

Dan yang perlu diperhatikan juga bahwa setiap sesuatu itu tergantung dengan niatnya. Apabila niatnya baik, karena Allah maka boleh jadi akan diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akan tetapi jika bukan karena Allah, maka boleh jadi tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. (HR. Bukhari, hadist no. 6689).”

Jadi, sesering apapun dia berdzikir kepada Allah, sesering apapun dia bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tetap yang dilihat pertama kali itu niatnya. Bukan asal diterima saja. Tapi ada tahapan-tahapannya jika ingin diterima.

Jika niatnya baik dan karena Allah, boleh jadi diterima Allah, tapi jika niatnya buruk dan bukan karena Allah, boleh jadi tidak diterima Allah.

Dan jika niatnya sudah baik dan karena Allah sekalipun belum tentu dan belum pasti diterima Allah. Maka semuanya kembali kepada Allah. Kita sebagai manusia hanya berusaha, kemudian berdo'a. Perkara diterima atau tidaknya kita kembalikan kepada Allah. Karena Dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Apa yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang kita anggap buruk, belum tentu buruk menurut Allah. Kita kembalikan semuanya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semoga bisa dipahami.

Wallahul Musta'an.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.