logo

Allah Memberi Apa Yang Dibutuhkan, Bukan Yang Diinginkan | Konsultasi Muslim



Sering sekali ada orang yang mengatakan, saya sudah berdo'a kepada Allah terus menerus, namun tidak juga Allah mengabulkan apa yang menjadi keinginan saya.

Apakah do'a salah? Atau do'a saya kurang?

Ketahuilah saudaraku, bahwa Allah tidak mengabulkan do'a mu bukan berarti terkadang do'a mu salah dan kurang banyak, akan tetapi apa yang kau minta bukan sesuatu yang engkau butuh dengannya, tapi sesuatu yang engkau inginkan.

Allah berfirman :

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal dia amat baik bagimu, dan boleh jadi menyukai sesuatu, padahal dia amat buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqoroh : 216).”

Apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah. Boleh jadi keinginan mu itu tidak baik menurut Allah bagi dirimu, makanya Allah hindarkan hal tersebut dengan cara tidak mengabulkannya.

Kenapa Allah memberikan apa yang kita butuhkan,bukan memberikan apa yang kita inginkan?

Karena manusia adalah makhluk yang rakus. Maka dari itu Allah memberikan apa yang dia butuhkan, bukan yang dia inginkan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu dia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat. (HR. Bukhari, hadist no. 6436).”

Nah, seandainya Allah menuruti keinginan manusia dengan memberikan semua apa yang diinginkan nya, niscaya keinginan manusia tidak akan pernah berhenti.

Allah kasih 2 minta 3, Allah kasih 3 minta 4, Allah kasih 4 minta 5. Begitulah seterusnya keinginan manusia tidak akan pernah habis-habisnya.

Maka dari itu Allah memberikan apa yang manusia butuhkan agar manusia lebih bersyukur kepada Allah dengan apa yang dia punya.

Jadi, jika ada nanti manusia yang tidak pernah puas dengan harta yang dia miliki, maka dia termasuk orang yang tidak bersyukur kepada Allah. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutuk manusia seperti ini.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

“Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian dan hamba mode.J ika diberi, dia ridho. Namun jika tidak diberi, dia pun tidak ridho. (HR. Bukhari, hadist no. 6435).”

Berhati hatilah dengan harta yang dimiliki, jangan sampai dengan harta tersebut bisa mendatangkan murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. Itulah alasan mengapa Allah memberikan apa yang dibutuhkan saja, bukan apa yang di inginkan.

Semoga bermanfaat.
  
Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.