logo

Adakah Puasa di Awal Bulan Rajab? | Konsultasi Muslim



Sebenarnya di dalam Hadist hanya menyebutkan puasa di bulan harom bukan khusus menyebutkan tentang puasa dibulan Rojab.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa (kecuali ramadhan), berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa, berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa. (HR. Ahmad).”

Lalu, adakah puasa khusus di bulan Rojab seperti awal bulan Rojab di 2 hari pertama Rojab?

Imam Ibnu Hajar di dalam kitab Tabyinul Ajab bi ma Warada fi Fadli Rojab halaman 6 disebutkan :

لم يرد في فضل شهر رجب ، ولا في صيامه ، ولا في صيام شيء منه معين ، ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة ، وقد سبقني إلى الجزم بذلك الإمام أبو إسماعيل الهروي الحافظ

Tidak terdapat riwayat yang shahih yang layak dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rojab, tidak pula riwayat yang shahih tentang puasa Rojab, atau puasa di tanggal tertentu bulan Rojab, atau shalat tahajud di malam tertentu bulan Rojab. Keterangan saya ini telah didahului oleh keterangan Imam Al-Hafidz Abu Ismail al-Harawi.

Ibnu Rojab di dalam kitab Lathoiful Ma'arif halaman 213 disebutkan :

لم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه و سلم و لا عن أصحابه و لكن روي عن أبي قلابة قال : في الجنة قصر لصوام رجب قال البيهقي : أبو قلابة من كبار التابعين لا يقول مثله إلا عن بلاغ و إنما ورد في صيام الأشهر الحرم كلها

Tidak ada satu pun hadis sahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rojab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan, di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rojab. Namun, riwayat ini bukan hadist. Imam al-Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah, Abu Qilabah termasuk tabi'in senior. Beliau tidak menyampaikan riwayat itu, melainkan hanya kabar tanpa sanad. Riwayat yang ada adalah riwayat yang menyebutkan anjuran puasa di bulan haram seluruhnya.

Jadi, menurut para ulama memang tidak ada puasa khusus di bulan Rojab. Apalagi sampai mengatakan puasa 2 hari di awal bulan Rojab.

Kesimpulannya :

Di dalam hadist diatas disebutkan berpuasa di bulan harom. Dan memang bulan Rojab termasuk bulan harom. Akan tetapi bukan berarti melakukan puasa khusus di bulan Rojab seperti puasa 2 hari awal bulan Rojab.

Yang di maksud puasa di bulan harom diatas adalah niat berpuasa di bulan harom, terserah di hari apapun dan terserah di hari keberapa. Yang penting niatnya puasa di bulan harom, bukan puasa khusus di bulan Rojab, apalagi puasa di hari hari tertentu seperti puasa 2 hari di awal bulan Rojab. Maka ini tidak ada asalnya. Berpuasa di bulan Rojab boleh saja karena bulan rojab termasuk bulan harom yang di perintahkan untuk berpuasa, asalkan tidak mengkhususkan berpuasa di hari tertentu di bulan rojab, karena tidak ada dalil pengkhususannya.

Yang perlu dingat, asal hukum dalam perkara ibadah adalah haram kecuali setelah ada dalil yang membolehkan nya dan di syari'atkan di dalam Islam.

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

الأصل في العبادة الحظر, فلا يشرع منها إلا ما شرعه الله و رسوله

Hukum asal dalam ibadah adalah terlarang, maka suatu ibadah tidak di syariatkan kecuali ibadah yang di syariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.