logo

3 Cara Mengembalikan Kenikmatan Beribadah kepada Allah | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh ustadz.. maaf mau bertanya. Gimana ya cara mengembalikan kenikmatan ibadah?

Dari : Fitri Handayani

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Pada hakikatnya seorang Muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah pastilah sangat resah ketika dirinya tak lagi merasakan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan janji Allah adalah barangsiapa yang beramal saleh, maka Allah akan memberikan kehidupan yang baik bagi hamba-Nya dan akan memberikan pahala yang lebih baik kepada hamba-Nya.

Allah berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” QS. Al-Nahl : 97).

Namun terkadang sebagian manusia ketika beribadah, dia tidak lagi merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah. Padahal tidak ada yang paling nikmat di dunia ini selain nikmat beribadah kepada pencipta alam semesta ini.

Para ulama mengatakan di dalam kitab Madarijus Salikin :

وقال بعضهم : مساكين أهل الدنيا، خرجوا منها وما ذاقوا أطيب ما فيها، قيل : وما أطيب ما فيها؟ قال : محبة الله، ومعرفته وذكره

Sebagian ulama berkata : "Kasihan penduduk dunia, mereka keluar dari dunia akan tetapi tidak merasakan yang paling lezat di dalamnya". Ada yang bertanya : "Apa yang paling lezat di dalam dunia itu"? Maka ulama tersebut berkata : "Mencintai Allah, mengenalnya dan berdzikir kepadanya". (Madarijus Salikin, jilid 1 halaman 454).

Maka dari itu ketika kita sudah tidak lagi merasakan kenikmatan beribadah kepada Allah, sudahkah kita mencintai Allah sepenuhnya? Sudah kita mengenal Allah sepenuhnya? Atau sudahkah kita mengingatnya dimanapun kita berada?

Maka dari itu, untuk mengembalikan kenikmatan kita dalam beribadah, laksanakan yang 3 perkara di atas dulu. Apa itu?

1. Mencintai Allah

Seseorang merasa tidak merasakan kenikmatan dalam beribadah, boleh jadi salah satu penyebab nya dia tidak mencintai Allah sepenuhnya.

Dia masih mencintai makhluk daripada mencintai Allah. Maka ketika makhluk lebih dicintai daripada Allah, boleh jadi ketika beribadah hatipun tidak khusyu' karena Allah bukan satu-satunya yang paling dicintai di dalam hati.

Jika seseorang mencintai Allah, dia akan mengutamakan apa-apa yang disenangi Allah. Bertaqwa kepada Allah dimanapun dia berada, di kala ramai maupun sepi. Jika apa-apa yang disenangi oleh orang yang dicintai kita lakukan, maka sang pencipta pun akan senang dan akan menurunkan ketenangan kedalam jiwa kita. Termasuk juga dalam beribadah, ketika kita sudah mencintai Allah, maka segala urusan dunia kita tinggalkan ketika mau beribadah kepada-Nya.

Dengan begitu akan tercipta kenikmatan beribadah kepada-Nya disebabkan lebih mengutamakan Allah daripada makhluk.

Allah berfirman :

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّا لِّلَّهِ

“Orang-orang yang beriman sangat mendalam cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165).

2. Mengenal Allah

Terkadang manusia itu lupa, sampai-sampai dia lebih kenal manusia daripada pencipta nya. Ketika dia mempunyai masalah, punya keluh kesah dan ada keinginan, dia tidak minta kepada Allah, tapi dia malah curhat kepada makhluk.

Allah berfirman :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah : 5).

Padahal Allah tempat bergantung segala sesuatu, jika mau curhat curhat lah ke Allah, bukan ke makhluk, jika ada masalah adukan ke Allah jangan ke makhluk.

Di saat manusia tidak kenal Tuhannya, tapi lebih mengenal makhluk, maka ketika dia beribadah dia tidak akan merasakan nikmatnya beribadah karena dia tidak kenal siapa yang dia ibadahi. Karena dia tidak mengenal Allah sebaik dia mengenal makhluk. Itulah mengapa dia tidak merasakan nikmatnya ibadah kepada Allah.

3. Berdzikir kepada Allah

Sebuah ungkapan menyebutkan :

من أحب شيئا كثر ذكره

Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan banyak menyebutnya.

Begitu jika seorang hamba Allah benar-benar mencintai Allah sang pencipta alam semesta, maka dia akan banyak berdzikir kepada Allah dimanapun dia berada. Karena orang yang beriman itu, dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.

Allah berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra'du : 28).

Namun sebagian orang hanya mengingat Allah ketika dia beribadah saja, sedangkan di luar beribadah dia tidak mengingat Allah sedikitpun. Maka bagaimana mungkin dia akan merasakan kenikmatan dalam beribadah jika dia tidak mengingat Allah di manapun dia berada.

Dia hanya ingat kepada Allah di saat ingin beribadah, tapi ingin merasakan nikmatnya beribadah. Tentunya sulit bahkan tidak bisa. Maka dari itu kerjakan terlebih dahulu 3 perkara diatas jika ingin merasakan kembali kenikmatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Cintai Allah, kenali Allah dan ingat Allah di manapun berada. InsyaAllah, jika yang 3 perkara ini sudah antum lakukan, maka Allah akan mengembalikan kenikmatan antum dalam beribadah insyaAllah. Dengan syarat niatkan semuanya lillah (hanya semata-mata karena Allah) 'Azza wa Jalla.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.